Cerita Hamid Noor Yasin, Putra Pacitan yang Sempat Gagal Promosikan Goa Gong Lewat Buku dan Kini Jadi Anggota DPR RI

oleh -134 Dilihat
Hamid Noor Yasin menerima tamu warga Desa Bomo, Punung, Pacitan di kediamannya di Bulusulur, Wonogiri, Jawa Tengah. Foto menampilkan Hamid yang sedang berbincang dengan hangat bersama perwakilan warga.
Momen keakraban Hamid Noor Yasin, anggota DPR RI tiga periode, saat menyambut kedatangan rombongan tamu dari Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan di Bulusulur, Wonogiri. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, WONOGIRI – Di balik kemegahan Goa Gong di Desa Bomo, Kecamatan Punung, tersimpan kisah perjuangan Anggota DPR RI tiga periode, Hamid Noor Yasin, yang sempat merugi jutaan rupiah akibat gagal memasarkan buku sejarah destinasi tersebut pada masa awal peresmiannya.

Hamid Noor Yasin, putra daerah asal Nglaos, Desa Banjarejo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan ini memulai langkah visionernya usai Goa Gong diresmikan oleh Bupati Sucipto.

Bersama kontraktor pembangunan dan almarhum Ngadinu, Hamid, saat itu, melalui perusahaan Citra Pule Raya mencetak ribuan buku eksklusif Goa Gong untuk dipasarkan secara nasional seharga Rp4.000 per buku.

Namun, proyek tersebut terhenti demi menjaga kondusivitas setelah muncul gesekan kepentingan dengan masyarakat lokal yang juga menerbitkan buku serupa.

Meski menelan kerugian finansial yang besar pada saat itu, Hamid memilih mundur untuk menghindari konflik.

“Saya pernah berada di titik ketika usaha yang dibangun dengan keyakinan justru berakhir dengan kerugian. Namun dari kegagalan itulah saya belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah selalu menyiapkan jalan yang lebih baik,”kenang Hamid Noor Yasin saat menceritakan fase tersebut.

Pengalaman pahit itu justru menjadi batu loncatan mental bagi Hamid.

Ia menegaskan bahwa kegagalan hanyalah pengalihan arah, bukan akhir dari segalanya.

“Kalau saat itu saya berhenti karena kecewa, mungkin saya tidak akan sampai di titik ini. Kegagalan hanya mengubah arah langkah, bukan menghentikan tujuan hidup,”tambahnya.

Pasca kejadian itu, Hamid menata kembali hidupnya di Wonogiri dan terjun ke dunia politik melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kariernya melesat dari DPRD Kabupaten Wonogiri hingga berhasil menduduki kursi DPR RI selama tiga periode berturut-turut, mewakili masyarakat daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IV (Wonogiri, Sragen dan Karanganyar).

Kini, ia juga dikenal sebagai pendiri pondok pesantren modern di Wonogiri yang membina ribuan santri dari seluruh penjuru nusantara.

No More Posts Available.

No more pages to load.