Peziarah Malang Padati Gereja Kapal Pacitan Saat Pembukaan Bulan Maria 2026

oleh -108 Dilihat
Suasana misa di Gereja Kapal Pacitan berlangsung khidmat, umat mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan dalam perayaan Bulan Maria. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN-Suasana khidmat menyelimuti Gereja Kapal Santo Fransiskus Xaverius Pacitan pada Minggu pagi (3/5/2026).

Kegiatan yang digelar merupakan pembukaan Bulan Maria, sebuah tradisi penting dalam Gereja Katolik yang diperingati setiap bulan Mei.

Sekretaris Dewan Pastoral Stasi, Silvester, menjelaskan bahwa Bulan Maria merupakan waktu khusus bagi umat Katolik untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang melahirkan Sang Penebus.

“Acara hari ini dalam rangka pembukaan Bulan Maria. Dalam tradisi Gereja Katolik, bulan Mei adalah Bulan Maria, yaitu bulan khusus untuk menghormati Bunda Maria,” ujarnya saat diwawancarai.

Kegiatan kali ini tampak berbeda karena dihadiri oleh banyak peziarah dari luar daerah, khususnya dari Malang.

Mereka merupakan bagian dari Komunitas Ziarah Pengharapan Malang Raya yang datang menggunakan rombongan bus untuk mengikuti doa bersama di Gereja Kapal Pacitan.

Tak hanya berziarah, rombongan ini juga memiliki agenda wisata alam selama berada di Pacitan.

Berdasarkan informasi, para peziarah dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, di antaranya Pantai Klayar, Goa Gong, dan Pantai Teleng Ria.

Hal ini menunjukkan bahwa keindahan wisata Pacitan mampu menarik kedatangan pengunjung sekaligus menjadi bagian dari pengalaman ziarah yang memperkaya sisi spiritual dan rasa syukur para wisatawan.

Para peziarah dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, di antaranya Pantai Klayar, Goa Gong, dan Pantai Teleng Ria. (Foto:Nur Azizah/Pacitanku)

Kegiatan ziarah ini menjadi perpaduan antara penguatan iman dan wisata, yang memberikan pengalaman spiritual sekaligus rekreasi bagi para peserta.

“Hari ini banyak yang datang, yaitu para peziarah dari Malang yang kebetulan berziarah dan berdoa bersama di Bulan Maria tahun 2026 ini,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pihak gereja berharap umat Katolik maupun para peziarah dapat semakin meneladani sosok Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, di Bulan Maria ini, umat dan para peziarah dapat meneladan Bunda Maria yang taat dan setia pada kehendak Allah. Bunda Maria bagi umat Katolik adalah tokoh teladan iman,” jelas Silvester.

Kegiatan pembukaan Bulan Maria ini menjadi momentum penting untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan antarumat, baik dari Pacitan maupun dari luar daerah yang datang untuk berziarah.