Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi di Pacitan: Kuota Pelanggan Dikuras Habis oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab

oleh -409 Dilihat
Logo Pertamina di area SPBU Pacitan. (Foto: Sulthan/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN-Praktik penyalahgunaan barcode QR untuk pembelian BBM subsidi kembali meresahkan warga.

Kali ini J (inisial), seorang pemilik kendaraan jenis Toyota Avanza di Pacitan menjadi korban setelah kuota BBM subsidi miliknya dikuras habis melalui transaksi misterius di salah satu SPBU.

Kejadian ini terungkap saat korban hendak mengisi BBM di SPBU Maguhan pada Senin (23/03) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas SPBU menginformasikan bahwa kuota subsidi untuk kendaraan tersebut telah habis digunakan pada hari yang sama.

Padahal, korban mengaku baru melakukan perjalanan dari wilayah Punung dan belum melakukan pengisian BBM bersubsidi sama sekali.

“Begitu mau isi, petugas bilang kuotanya sudah habis dipakai di SPBU ini juga. Padahal saya baru sampai dari Praci,” ungkap korban dalam keterangan suaranya.

Kejanggalan Transaksi

Berdasarkan data transaksi yang ditunjukkan oleh petugas SPBU Maguhan, ditemukan kejanggalan yang sangat mencolok.

Tercatat adanya transaksi pembelian BBM senilai Rp500.000 menggunakan barcode milik korban. Angka ini dinilai tidak masuk akal untuk kapasitas tangki mobil penumpang jenis Avanza.

Bahkan sempat tercatat transaksi sebanyak 68 liter dalam satu kali pengisian.

“Setelah kami cek riwayat transaksi, ternyata betul ada aktifitas pengisian tidak wajar diatas kapasitas tangki Avanza. Dan ditambah dilakukan hampir setiap hari” imbuhnya.

Diduga kuat, oknum petugas di SPBU tetap melayani pembelian BBM meskipun barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan plat nomor kendaraan yang mengantre.

Akibat kuota subsidinya telah habis digunakan oleh orang lain, korban terpaksa harus mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

Operator Saling Lempar Tanggung Jawab

Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada pihak operator SPBU belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Para petugas terkesan saling lempar tanggung jawab terkait siapa yang bertugas saat transaksi ilegal tersebut terjadi.

“Sudah mencoba menghubungi beberapa operator, tapi jawabannya saling lempar. Ada yang bilang masuk pagi, ada yang bilang sedang tidak masuk,” tambahnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat pemilik barcode subsidi untuk selalu waspada dan rutin mengecek riwayat transaksi mereka.

Warga juga berharap pihak terkait dapat menindak tegas oknum petugas SPBU yang terbukti melayani transaksi yang tidak sesuai dengan prosedur verifikasi plat nomor dan barcode.

No More Posts Available.

No more pages to load.