Bawa Obor Susuri Gang Sempit, Remaja Masjid di Ngadirejan Gelar Takbir Keliling Jalan Kaki

oleh -189 Dilihat
Puluhan anak dan remaja masjid membawa obor berjalan kaki menyusuri gang sempit saat takbir keliling.
Peserta takbir keliling dari Remaja Masjid Al-Iman Dusun Jambu berjalan kaki membawa obor menyusuri gang sempit untuk menyapa warga secara langsung pada malam Hari Raya Idulfitri. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PRINGKUKU — Puluhan remaja Masjid Al-Iman Dusun Jambu, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, menggelar takbir keliling dengan berjalan kaki membawa obor menyusuri gang-gang sempit pada malam Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Jumat (20/3/2026) malam.

Inisiatif ini dilakukan agar gema takbir dapat menjangkau warga di pelosok lingkungan yang selama ini tidak terdengar suara pengeras dari masjid.

Mengusung tema “Sederhana, Bermakna, dan Bertakwa,” sekitar 50 hingga 60 peserta yang didominasi anak-anak berjalan kaki menyusuri rute pelosok hingga perbatasan Desa Mendolo Kidul.

Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah orang tua guna memastikan ketertiban dan keamanan para peserta. Penggunaan obor atau oncor dipilih sebagai penerangan utama untuk menghadirkan nuansa tradisional.

Ketua Remaja Masjid Al-Iman, Aziz Pratoko, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sarat akan nilai dakwah dan kepedulian sosial terhadap sesama warga.

“Kami sengaja memilih konsep jalan kaki karena masih banyak masyarakat yang jauh dari jangkauan speaker masjid. Jadi, kami ingin hadir langsung di tengah mereka, menyapa, dan menghidupkan suasana takbir di lingkungan,”kata Aziz.

Aziz menjelaskan bahwa obor yang dibawa peserta memiliki filosofi tersendiri. Menurutnya, hal tersebut menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk memahami nilai sejarah masa lalu.

“Obor atau oncor ini bukan hanya sebagai penerangan, tapi juga sebagai simbol sederhana bagaimana dulu peradaban berjalan. Kami ingin anak-anak belajar menghargai itu,”tambahnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap inisiatif remaja Masjid Al-Iman dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain, khususnya di Kabupaten Pacitan, agar malam takbiran tidak hanya didominasi oleh parade kendaraan di jalan raya utama.

“Ini baru langkah awal. Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh masyarakat lain, supaya takbir keliling terasa lebih sakral, tetap menjaga budaya, dan benar-benar menyentuh masyarakat,”pungkas Aziz.

No More Posts Available.

No more pages to load.