Pemkab Pacitan Godok Formulasi Insentif Guru Madin di Program SSN

oleh -131 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Khemal Pandu Pratikna memberikan keterangan terkait teknis program SSN.
Kadisdik Pacitan Khemal Pandu Pratikna saat menjelaskan mekanisme koordinasi antara sekolah dan Madin di sela peluncuran SSN, Selasa (10/3/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan tengah merumuskan formulasi insentif bagi pengajar Madrasah Diniyah (Madin) guna mendukung kesuksesan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) yang baru saja diluncurkan di Pendopo Kabupaten, Selasa (10/3/2026) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyatakan bahwa saat ini teknis pelaksanaan SSN masih berbasis kesepakatan antara Kepala Madin dan Kepala Sekolah untuk menemukan formula ideal di setiap wilayah.

Sebagai langkah penguatan administrasi, kerja sama tersebut nantinya akan dipayungi oleh Memorandum of Understanding (MOU) yang formal.

“Saat ini, untuk proses pembelajaran, pihak sekolah masih menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Namun, kami sudah merumuskan formulasi terbaik agar nantinya ada dukungan insentif dari pemerintah bagi pelaksanaan Madin ini,”kata Pandu.

Selain regulasi insentif, Dinas Pendidikan juga akan melakukan monitoring berkala dengan mewajibkan sekolah menyetorkan salinan jadwal pelaksanaan Madin.

Hal ini bertujuan agar proses integrasi pembelajaran agama dan formal dapat terpantau serta dievaluasi secara efektif sesuai standar pendidikan karakter yang dicanangkan Pemkab Pacitan.

Sebagai informasi, dalam implementasinya, program ini menuntut sinergi kuat antara guru sekolah formal dan ustadz Madin untuk menjadi teladan yang sejalan dalam sikap dan perilaku.

Integrasi nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi dimasukkan ke dalam pembelajaran sehari-hari.

Selain itu, program ini juga menargetkan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan serta standarisasi layanan Madin tanpa menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada.

Saat momentum puncak hari jadi Pacitan 19 Februari 2026 lalu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengeaskan SSN ini bagian dari integrasi pembangunan daerah yang harus sejalan dengan pembangunan karakter generasinya.

Oleh karena itu, pendidikan agama dan budaya lokal harus ditanamkan sejak dini.

“Program integrasi pendidikan ‘Sekolah Sak Ngajine’ tujuanipun (tujuannya) untuk menjadi benteng bagi anak-anak Pacitan untuk membentuk akhlak dan tata krama. Harapannya tidak luntur dengan budaya luar dan kemajuan zaman,”kata Bupati Aji dalam sambutannya saat itu.

Setelah diujicobakan sejak bulan Januari 2026 lalu, program ini resmi diluncurkan pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Video SEKOLAH SAK NGAJINE: Inovasi Pendidikan Pacitan untuk Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.