Ketua DPRD Pacitan Soroti Harapan Warga akan Jalan Mulus di Tengah Keterbatasan Fiskal

oleh -166 Dilihat
Ketua DPRD Pacitan Dr. Arif Setia Budi sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan setelah Rapat Paripurna LKPJ 2025.
SOROTI INFRASTRUKTUR: Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, S.Sos., MPA, menjawab pertanyaan awak media mengenai kendala fiskal dalam pembangunan jalan usai Rapat Paripurna LKPJ APBD TA 2025 di Gedung DPRD Pacitan, Jumat (6/3/2026). (Foto: Ulfa/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, menegaskan bahwa pencapaian ekonomi sebesar 6,2% pada tahun 2025 harus bermuara pada kesejahteraan nyata masyarakat, meskipun pemerintah masih berjuang keras mengatasi keterbatasan anggaran infrastruktur yang menjadi tumpuan harapan warga.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Pacitan, Jumat (6/3/2026).

Rapat yang dimulai pukul 13.48 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Pacitan beserta jajaran Forkopimda.

Dalam pandangannya, Arif Setia Budi mengakui bahwa isu infrastruktur, terutama jalan yang layak, masih menjadi kegelisahan utama yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Namun, ia memaparkan realitas pahit mengenai kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya mandiri.

“Kemampuan keuangan daerah masih terbatas sehingga pemerintah daerah masih bergantung pada transfer keuangan dari pemerintah pusat. Karena itu, penyelesaian berbagai persoalan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,”kata ASB.

Keterbatasan fiskal ini menyebabkan alokasi anggaran untuk infrastruktur belum mampu menyentuh angka 40% dari total APBD.

Meski demikian, legislator Partai Demokrat ini mengapresiasi kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan sebagai indikator bahwa visi “masyarakat bahagia” mulai dirasakan dampaknya.

Menghadapi tahun 2026, Arif menekankan pentingnya kreativitas kolektif antara pemerintah dan warga agar pembangunan tidak jalan di tempat, mengingat tidak ada program baru yang keluar dari koridor RPJMD.

“Kalau program baru sebenarnya tidak ada, semuanya masih sesuai dengan RPJMD Bupati dan Wakil Bupati. Namun tentu inovasi-inovasi program tetap akan dikembangkan untuk mencapai tujuan pembangunan daerah,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.