Hari Jadi Pacitan Jangan Sekadar Slogan, Arifin Suarakan Kesejahteraan Warga

oleh -159 Dilihat
Anggota DPRD Pacitan Arifin saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan.
Anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Arifin, S.E., menyampaikan harapannya untuk kesejahteraan masyarakat pada prosesi perayaan Hari Jadi ke-281 Pacitan di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/2). (Foto: Linda Ayu Lestari/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN — Anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Arifin menaruh harapan besar agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara nyata pada momentum peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan.

Agenda prosesi hari jadi sendiri sukses digelar secara khidmat di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/2/2026) pagi.

Perayaan yang mengusung tema “Binraja ing Kamulyan” ini diharapkan bukan sekadar seremoni atau perayaan angka tahun.

Baca juga: Hari Jadi Pacitan, DPRD Suarakan Peningkatan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Warga

Menurut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, usia baru Pacitan harus menjadi pendorong utama bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan pelayanan yang tulus demi kemakmuran seluruh rakyatnya.

“Tentu dengan acara ini kita bersyukur ke hadirat Allah SWT atas Kabupaten Pacitan yang sudah berusia 281 tahun,”kata Arifin.

“Dengan usia yang baru ini, tentu bagaimana pemerintah harus bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Pacitan, sesuai visi dan misi Bapak Bupati,”imbuh mantan Kepala Desa Sirnoboyo ini.

Peringatan hari jadi tersebut berlangsung sakral dan kental dengan nuansa pelestarian budaya sejak pagi hari.

Baca juga: Kado Spesial Hari Jadi ke-281 Pacitan: Berbalut Budaya Jawa, Bupati Aji Gagas ‘Sekolah Sak Ngajine’ untuk Bentengi Akhlak Generasi Muda

Para tamu undangan hadir mengenakan busana adat beskap dan kebaya hitam yang melambangkan kewibawaan serta keteguhan hati.

Prosesi perayaan turut diwarnai iringan Gamelan Dharma Praja Budaya, Kirab Bupati dari Kaputren menuju Papan Palenggahan, hingga penampilan Tari Bedhayan yang penuh nilai filosofis.

Rangkaian tradisi tersebut ditutup dengan pembacaan doa (waosan donga) sebagai titik puncak spiritual.

Seluruh hadirin menyatukan harapan agar Kabupaten Pacitan terus bertransformasi menjadi daerah yang berwibawa, makmur, dan membawa keberkahan bagi warganya.

No More Posts Available.

No more pages to load.