Pacitanku.com, PACITAN — Balutan busana adat Jawa khas Keraton Mataraman berupa beskap dan kebaya hitam yang dikenakan Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji beserta istri, membawa nuansa khidmat sekaligus menyentuh saat membuka Prosesi Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Kamis (19/2/2026) pagi.
Rombongan Bupati tiba di pendopo sekitar pukul 09.05 WIB dengan iringan alunan gamelan.
Pemilihan pakaian adat bernuansa pekat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap akar sejarah dan identitas budaya daerah, dimana blarang sudah menjadi identitas budaya Pacitan.
Seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari Wakil Bupati, mantan kepala daerah, Ketua DPRD, hingga jajaran Kepala Perangkat Daerah, tampak kompak mengenakan baju blarang.
Kehadiran pemimpin daerah yang tampil merakyat dan lekat dengan tradisi ini langsung disambut hangat oleh Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, dan para tamu undangan.
Setelah penyambutan, prosesi berlanjut menuju papan palenggahan (tempat duduk). Rangkaian acara diisi dengan gelaring (pergelaran) tari Bedhayan, pembacaan doa hari jadi, dan penganugerahan penghargaan bagi para tokoh masyarakat serta budayawan Pacitan yang telah berjasa bagi daerah.
Dalam puncak prosesi, Bupati Indrata menyampaikan pesan filosofis di balik peringatan tahun ini yang mengusung tema “Binraja Ing Kamulyan”.
“Binraja Ing Kamulyan ateges warganing Kabupaten Pacitan tansah tata, tentrem, bagya, mulya lair lan batin,” ujar Bupati Indrata dalam sambutannya.
Melalui tema tersebut, ia menaruh harapan besar agar seluruh lapisan masyarakat Pacitan senantiasa hidup tertib, damai, dan sejahtera di masa depan.
Rangkaian pahargyan Ambal Warsa (peringatan ulang tahun) ke-281 yang dijaga ketat oleh aparat terkait ini berjalan lancar, sekaligus menjadi simbol penguat semangat kebersamaan warga dalam menjaga warisan leluhur.










