Pacitanku.com, PACITAN — Bazar buku yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pacitan sukses menjadi magnet literasi lintas generasi sekaligus menumbuhkan kembali minat baca masyarakat dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-281 Pacitan.
Antusiasme tinggi dari para pelajar hingga masyarakat umum yang terus mengalir dari pagi hingga malam hari membuktikan bahwa daya tarik buku fisik dan budaya literasi belum memudar di tengah gempuran era digital yang serba instan.
Kegiatan edukatif ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah setempat dengan Paguyuban Penerbit Jogja.
Kerja sama strategis tersebut menghadirkan beragam pilihan literatur dengan harga terjangkau, mulai dari buku cerita anak hingga bacaan berbobot untuk kalangan dewasa yang disusun rapi memenuhi meja pameran.
Sejak pagi hari, kawasan bazar telah dipenuhi oleh rombongan pelajar taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama yang datang untuk berwisata literasi dengan didampingi oleh guru mereka.
Meski tingkat kunjungan pelajar mendominasi pada pagi hingga siang hari, puncak transaksi pembelian justru terjadi saat matahari mulai terbenam.
Aji, seorang penjaga stan berusia tiga puluh tahun dari Paguyuban Penerbit Jogja, menuturkan bahwa masyarakat umum lebih banyak meluangkan waktu untuk memborong buku setelah mereka menyelesaikan rutinitas pekerjaan sehari-hari.
“Kalau pagi sampai sore biasanya kunjungan dari pelajar. Tapi kalau pembelian paling ramai itu sore ke malam, karena masyarakat umum banyak yang datang setelah beraktivitas,”kata Aji, Jumat (13/2/2026).
Menariknya, selera bacaan para pengunjung pameran ini terpetakan secara dinamis berdasarkan rentang usia dan latar belakang pendidikan.
Pelajar tingkat menengah pertama dan atas menjadikan buku bergenre novel fiksi sebagai buruan utama mereka.
Sebaliknya, kalangan mahasiswa dan masyarakat umum lebih condong memburu literatur yang mengupas tema agama serta diskursus sosial politik.
Fenomena tersebut mencerminkan ragam minat baca warga Kabupaten Pacitan yang sangat beragam dan haus akan wawasan pengetahuan baru.
“Kalau pelajar biasanya cari novel. Kalau mahasiswa dan masyarakat umum lebih banyak ke buku agama dan sosial politik,”ungkap Aji.
Kehadiran pameran buku ini dinilai sebagai langkah krusial yang sangat efektif untuk mendekatkan sumber ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas.
Aji sangat menyadari betapa pentingnya ruang perjumpaan fisik semacam ini untuk memantik rasa penasaran publik terhadap literatur yang bermutu.
Ia menaruh harapan besar agar agenda kolaboratif ini dapat dipertahankan sebagai program tahunan dengan tingkat kunjungan yang terus bertambah di masa mendatang.
“Penting, karena kalau ada buku orang jadi tertarik. Dari situ bisa menimbulkan minat baca. Semoga bisa ada tiap tahun dan tahun berikutnya bisa semakin ramai,”pungkasnya.










