Maknai HUT Ke-281, Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Raih Kebahagiaan Batin Lewat Festival Rebana

oleh -174 Dilihat
Empat pria berpakaian tradisional Jawa dan peci, termasuk Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, berdiri di atas panggung sambil memegang rebana. Mereka berada di depan spanduk besar bertuliskan "Pacitan Binraja Ing Kamulyan" dan "Hari Jadi Pacitan ke-281" saat pembukaan Festival Rebana.
Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi (paling kiri), bersama para pejabat lainnya, secara resmi membuka Festival Rebana di halaman kantor DPRD Pacitan pada Kamis (12/2/2026). Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan dengan mengusung tema "Pacitan Binraja Ing Kamulyan". (Nurul Latifah)

Pacitanku.com, PACITAN — Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, resmi membuka pergelaran Festival Rebana di halaman kantor DPRD setempat pada Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret pelestarian budaya Islami sekaligus upaya meningkatkan keseimbangan spiritual masyarakat dalam momentum perayaan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan.

Acara yang mengusung tema Pacitan Binraja Ing Kamulyan ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai sarana penguatan keimanan dan ketakwaan warga di tengah semaraknya hari ulang tahun daerah.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa pemilihan rebana sebagai ikon perayaan didasari oleh kedekatan alat musik tersebut dengan napas kehidupan warga.

Baca juga: Gedung Wakil Rakyat Jadi Lautan Selawat, DPRD Pacitan Ajak Warga Dinginkan Suasana Lewat Tabuhan Rebana

Ia mencatat bahwa seni rebana telah mengakar menjadi budaya mayoritas yang hidup di 172 desa di penjuru Pacitan, di mana hampir delapan puluh persen masyarakatnya sudah sangat akrab dengan tradisi selawatan tersebut.

Melalui festival edisi kedua ini, ia melihat potensi besar untuk menyatukan masyarakat dalam sebuah harmoni kebudayaan yang bernilai positif dan religius.

“Kita berharap untuk mengajak kepada seluruh masyarakat bahwa hidup itu bukan hanya sekadar mengejar kesejahteraan dalam hal lahiriah, tetapi juga harus mengejar kebahagiaan lain,”kata ASB.

Ia menegaskan bahwa melestarikan kebiasaan yang bernapaskan Islam seperti rebana adalah salah satu kunci meraih kebahagiaan tersebut. Menurutnya, festival ini mengedukasi publik bahwa rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pacitan paling tepat diwujudkan melalui pelestarian kebudayaan yang luhur.

Rangkaian Festival Rebana ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut hingga puncaknya pada 15 Februari mendatang.

Makna tema Pacitan Binraja Ing Kamulyan yang disematkan dalam acara ini membawa doa dan harapan besar agar daerah tersebut senantiasa dilimpahi kemuliaan yang berkelanjutan.

Bagi warga yang tidak berkesempatan hadir secara langsung di lokasi, pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Pacitan memfasilitasi antusiasme publik dengan menyiarkan seluruh jalannya acara secara langsung melalui kanal YouTube resmi DPRD Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.