DPRD Pacitan Apresiasi Kesigapan Pemda Tangani Pascagempa dan Desak Penguatan Mitigasi Berbasis Pemetaan

oleh -125 Dilihat
Foto Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi (tengah, kemeja hijau) berpose akrab bersama warga dan anak-anak di area persawahan Pacitan, dengan latar belakang pohon dan bukit.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi (tengah, kemeja hijau), berfoto bersama warga dan anak-anak di sebuah area persawahan di Pacitan. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN — Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, mengapresiasi kesigapan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam merespons dampak gempa tektonik Magnitudo 6,2. Pria yang akrab disapa ASB ini juga menyampaikan rasa duka mendalam bagi warga yang terdampak kerusakan bangunan.

“Saya juga ingin menyampaikan rasa duka dan simpati kepada saudara-saudara kita yang rumahnya mengalami kerusakan, semoga segera mendapat penanganan yang baik,”kata ASB, saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Sabtu (7/2/2026) di Pacitan.

Dalam keterangannya, ASB menekankan bahwa langkah cepat jajaran Pemda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di lapangan telah memberikan rasa tenang bagi masyarakat, namun ia juga mendorong perlunya kebijakan preventif jangka panjang berupa pemetaan wilayah rawan bencana yang lebih presisi.

Hal ini dianggap krusial mengingat data terkini menunjukkan sedikitnya 17 bangunan di Kecamatan Pacitan dan Pringkuku mengalami kerusakan fisik akibat guncangan yang berpusat di laut pada kedalaman 58 kilometer tersebut.

Ia menegaskan bahwa aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana.

Menurutnya, pengalaman menghadapi gempa yang berulang di wilayah Pacitan harus menjadi guru terbaik bagi semua pihak untuk tidak lengah dan terus meningkatkan ketangguhan secara kolektif.

Ia juga secara khusus memuji langkah koordinatif pemerintah daerah yang langsung terjun melakukan kaji cepat dan penanganan di titik-titik terdampak sesaat setelah guncangan yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tersebut mereda.

“Alhamdulillah, Pemerintah Daerah saat ini juga berlaku sigap ketika ada bencana itu terjadi,”tandas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Pacitan VI (Kebonagung dan Tulakan) ini.

Berdasarkan analisis terbaru dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, parameter gempa tersebut telah dimutakhirkan menjadi Magnitudo 6,2 dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Menanggapi fenomena geologis ini, legislator Partai Demokrat itu memberikan rekomendasi strategis kepada jajaran eksekutif untuk segera melakukan sinkronisasi data dengan BMKG guna melakukan pemetaan ulang daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Rekomendasi ini dimaksudkan agar deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan saat terjadi gempa dapat dilakukan secara masif dan terukur ke depannya.

“Tentu rekomendasi DPRD kepada Pemkab Kabupaten Pacitan ini adalah kita harus melakukan pemetaan wilayah yang rawan gempa, karena ada BMKG di situ, juga bisa dideteksi sejak dini kerawanan yang ada,”papar ASB.

Lebih lanjut, ia mendorong agar BPBD Kabupaten Pacitan terus memperkuat edukasi publik mengenai protokol keselamatan bencana agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan namun tetap memiliki kewaspadaan yang tinggi.

Dengan adanya pemetaan yang akurat dan edukasi yang menyentuh level akar rumput, langkah-langkah preventif diharapkan dapat meminimalisir risiko fisik maupun korban jiwa di masa mendatang.

“Kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan langkah mitigasi yang konkret merupakan bentuk tanggung jawab nyata dalam melindungi seluruh warga Kabupaten Pacitan dari ancaman bencana alam yang sulit diprediksi waktu kejadiannya,”pungkasnya.

Video Ketua DPRD Pacitan Bicara Bencana, Investasi & Nasib Anak Muda – Podcast Kertas Kosong Eps. 49

No More Posts Available.

No more pages to load.