DPRD Pacitan Dorong Pasar Beling Song Meri Jadi Ikon Baru Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Budaya

oleh -2527 Dilihat
Anggota Komisi II DPRD Pacitan Warkim Sutarto (kiri) memberikan jempol saat meninjau lapak UMKM di destinasi wisata kuliner Pasar Beling Song Meri, Desa Sukoharjo.
DUKUNG BUDAYA. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, dr. Warkim Sutarto, MARS (kiri), memberikan apresiasi kepada pengelola dan pelaku UMKM saat mengunjungi destinasi wisata kuliner Pasar Beling Song Meri di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Minggu (25/1/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, dr Warkim Sutarto, MARS mengapresiasi keberadaan Pasar Beling Song Meri yang dinilai sukses menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus benteng pelestarian budaya lokal.

Dukungan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Warkim ini saat meninjau langsung geliat transaksi dan antusiasme pengunjung di destinasi wisata kuliner berbasis tradisi tersebut bersama sang istri, Minggu (25/1/2026) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan.

Warkim mengatakan dirinya melihat potensi besar pasar ini untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru yang berkelanjutan di Pacitan.

Dalam kunjungannya, Warkim tampak menikmati suasana pasar yang kental dengan nuansa tempo dulu sembari mencicipi aneka jajanan tradisional yang dijajakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Legislator Partai Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) VI Pacitan (Kebonagung dan Tulakan) ini menilai bahwa inisiatif masyarakat dalam menghidupkan kembali pasar tradisional dengan konsep unik merupakan langkah kreatif yang luar biasa dan patut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Menurutnya, fasilitasi pemerintah sangat krusial agar ruang ekonomi kreatif seperti ini tidak hanya sekadar tren sesaat, melainkan mampu bertahan sebagai wadah pelestarian kuliner warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.

“Sesuatu yang luar biasa, memang harus terus digali seperti ini, terus berkarya. Bagi pemerintah daerah, memfasilitasi hal seperti ini tentu bagus sekali, memberikan ruang ekonomi kerakyatan sehingga budaya-budaya lama tidak hilang, jajanan tradisional tidak hilang, ini tentu menarik untuk dijaga dan dilestarikan,”jelasnya.

Warkim menekankan bahwa partisipasi aktif dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan merupakan pondasi vital bagi ketahanan ekonomi daerah. Ia mendorong agar operasional Pasar Beling Song Meri dapat dijadwalkan secara rutin dan dipromosikan lebih masif sebagai daya tarik wisata unggulan.

Warkim menekankan bahwa partisipasi aktif dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan merupakan pondasi vital bagi ketahanan ekonomi daerah.

Ia mendorong agar operasional Pasar Beling Song Meri dapat dijadwalkan secara rutin dan dipromosikan lebih masif sebagai daya tarik wisata unggulan.

“Pesan saya, penjual harus ditata baik dari penataan UMKM maupun pelayanannya. Higienitas produknya harus dijaga, dan tempat parkir kendaraan ini harus diatur dan dilestarikan. Kalau bisa ini dirutinkan karena ini sesuatu yang dapat disebarluaskan dan diinformasikan sebagai daya tarik baru wisata,”tambahnya.

Secara khusus, Warkim juga berharap model pemberdayaan ekonomi seperti Pasar Beling Song Meri tidak hanya terpusat di satu titik saja.

Ia memimpikan konsep serupa dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Pacitan, layaknya keberhasilan kabupaten tetangga dalam membudayakan sentra-sentra ekonomi kerakyatan yang tumbuh subur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah.

No More Posts Available.

No more pages to load.