Pacitanku.com, NGADIROJO — Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bergerak cepat memutus mata rantai penularan wabah diare di Kecamatan Sudimoro dengan melakukan klorinasi massal pada sumber air warga serta mengirimkan sampel pasien ke laboratorium rujukan di Surabaya dan Jakarta.
Langkah taktis ini diambil setelah otoritas kesehatan setempat mencurigai adanya faktor mikrobiologi sebagai biang keladi lonjakan kasus yang terjadi secara signifikan dalam sepekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mau mengambil risiko dalam penanganan kasus ini.
Guna memastikan penyebab pasti wabah, sampel pasien telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk pemeriksaan mikrobiologi dan ke Biokes Lab Jakarta untuk pemeriksaan virologi.
Meski demikian, berdasarkan pola periode penyebaran penyakit, indikasi kuat saat ini mengarah pada pencemaran bakteri atau mikrobiologi.
Sebagai respons tanggap darurat, tim kesehatan telah terjun ke lokasi pada Jumat (23/1/2026) untuk melakukan sterilisasi sumber air yang dikonsumsi masyarakat.
Upaya ini dibarengi dengan pelatihan langsung di lapangan kepada perangkat desa dan kader kesehatan mengenai tata cara penggunaan klorin yang aman dan efektif.
“Menilik periodenya maka kecurigaan mengarah ke mikrobiologi, sehingga diupayakan dengan cepat pemutusan penyebaran penularan. Langkah pemutusan dan penyebaran kasus dilakukan klorinasi di sumber air yang digunakan warga pada tanggal 23 Januari 2026,”kata dr Daru.
“Klorinasi dilakukan dengan On the Job Training (OJT) kepada kader dan perangkat tentang bagaimana penggunaan klorin, diharapkan kader dan perangkat dapat menyampaikan ke warga,”imbuh dia.
Selain intervensi fisik pada sarana air bersih, Dinas Kesehatan juga menetapkan masa pemantauan intensif selama 14 hari ke depan untuk mengukur efektivitas klorinasi dan edukasi yang telah diberikan.
Selama periode inkubasi tersebut, petugas akan terus memonitor apakah terjadi penurunan tren kasus atau masih ditemukan pasien baru, sembari menggencarkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada guru dan tokoh masyarakat.












