Kasus Diare di Sudimoro Tembus 300 Penderita, DPRD Pacitan Desak Dinas Kesehatan Tak Kerja Sendirian

oleh -228 Dilihat
Komisi II DPRD Pacitan. (Foto: Dok. Rudi Handoko for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Lonjakan kasus diare yang menyerang sekitar 300 warga di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif yang mendesak adanya penanganan luar biasa melalui kolaborasi lintas sektor dan tidak hanya membebankan masalah ini kepada tenaga medis semata.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, menilai kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut sudah berada dalam tahap yang memerlukan perhatian ekstra serius agar wabah segera mereda dan tidak meluas ke kecamatan lain.

Rudi Handoko menegaskan bahwa penanggulangan wabah yang telah menjangkiti ratusan warga ini tidak cukup jika hanya ditangani secara sektoral oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) atau Dinas Kesehatan.

Legislator Partai Demokrat itu juga mendorong adanya sinergi dan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kebijakan di wilayah Sudimoro, mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit secara efektif melalui koordinasi dan komunikasi yang intensif.

“Prinsipnya, kaitan dengan teknis penanganan kami mempercayakan sepenuhnya kepada PKM dan Dinas Kesehatan. Namun, ini juga butuh keterlibatan semua pihak melalui koordinasi dan komunikasi yang baik. Tidak bisa diserahkan ke Dinkes sendiri,”kata Rudi Handoko, Kamis (22/1/2026) di Pacitan.

Selain menyoroti aspek manajerial, Rudi juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan deteksi medis yang mendalam guna mengungkap biang keladi wabah tersebut.

Identifikasi akurat mengenai sumber penularan, apakah berasal dari kontaminasi bakteri atau virus pada sumber air dan makanan, dinilai sangat krusial sebagai landasan pengambilan langkah pencegahan yang tepat sasaran.

“Dinkes harus ekstra memberikan perhatian. Kita harus tahu ini bakteri apa atau virus apa, sumbernya dari mana, sehingga langkah pencegahannya tepat. Ini penting agar kasus serupa tidak merembet ke kecamatan lain di Kabupaten Pacitan,”tegasnya.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur kesehatan di lapangan juga tak luput dari evaluasi legislatif. Rudi mengharapkan adanya pengecekan menyeluruh terkait ketersediaan stok obat-obatan, kelengkapan peralatan medis, hingga kesiapan fisik dan mental Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan agar tidak kewalahan menghadapi lonjakan pasien yang datang secara bersamaan.

Pihaknya mengingatkan pemerintah daerah untuk memprioritaskan rasa aman masyarakat melalui sosialisasi yang masif dan transparan mengenai langkah penanganan yang sedang berjalan.

“Masyarakat butuh ketenangan dan rasa aman. Harus ada progres yang jelas, langkah awalnya seperti apa dan tindakan lanjutannya bagaimana. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang jelas tentang apa yang harus mereka lakukan,”pungkas Rudi.

No More Posts Available.

No more pages to load.