Pacitanku.com, PACITAN — Semilir angin pagi menyapa hamparan hijau di kawasan pesisir Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Jumat (9/1/2026). Di antara rimbunnya akar bakau yang menancap kokoh menahan abrasi, suasana tampak berbeda dari biasanya.
Rombongan berseragam loreng terlihat menyusuri titian kayu di kawasan Mangrove Watu Meja. Pagi itu, Komandan Resimen (Danrem) 081/DSJ, Kolonel Untoro, hadir langsung untuk melihat lebih dekat bagaimana benteng alami ini menjaga pesisir sekaligus menghidupi masyarakatnya.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial belaka. Didampingi Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, serta jajaran Forkopimda, Kolonel Untoro menaruh perhatian serius pada kondisi ekologis kawasan tersebut.
Bagi Danrem, keberadaan mangrove di Watu Meja memiliki peran ganda yang sangat strategis.
Di satu sisi ia menjadi tameng alami penanggulangan banjir dan pemecah gelombang, namun di sisi lain, ia telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang mampu menggerakkan roda ekonomi warga desa.
Di sela-sela peninjauannya, Kolonel Untoro menekankan bahwa keseimbangan antara fungsi ekologi dan ekonomi harus tetap terjaga.
“Pelestarian mangrove dan penanaman pohon keras adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan lingkungan,”katanya.
Menurutnya, prioritas utama hutan mangrove ini adalah meminimalisir dampak banjir di area pesisir, namun potensi wisatanya yang luar biasa juga tidak boleh diabaikan begitu saja.
Danrem menegaskan bahwa upaya menjaga alam tidak bisa dilakukan setengah hati. Mangrove berfungsi vital sebagai benteng alami untuk memecah gelombang laut dan melindungi habitat daratan dari ancaman abrasi.
Tidak hanya di pesisir, ia juga menyoroti pentingnya penghijauan di area perbukitan. Penanaman tanaman keras di wilayah daratan dinilai sangat krusial karena akar yang kuat akan mengikat tanah guna mencegah longsor serta meningkatkan daya serap air hujan, sehingga risiko bencana saat musim penghujan dapat ditekan seminimal mungkin.
Kawasan Watu Meja sendiri kini telah menggeliat menjadi primadona wisata baru. Pengelolaannya yang melibatkan warga setempat melalui penyediaan fasilitas permainan dan deretan warung kuliner membuktikan bahwa konservasi alam dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk merawat benteng alam ini semakin menguat, menjadikan Watu Meja sebagai destinasi yang tidak hanya nyaman dikunjungi, tetapi juga lestari dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Pacitan.












