Pacitanku.com, PACITAN — Pasca berakhirnya momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, arus kunjungan wisata di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini terpantau mulai kembali ke kondisi normal dan lebih kondusif.
Kepadatan wisatawan yang sempat melonjak drastis selama beberapa pekan terakhir kini berangsur menurun, menciptakan suasana wisata yang lebih tertib dan nyaman bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai tanpa harus berdesak-desakan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi sejak awal pekan ini, kawasan pantai tidak lagi dipadati oleh antrean kendaraan yang mengular seperti saat puncak musim liburan.
Kendati demikian, denyut nadi pariwisata di kawasan ini tidak lantas mati. Wisatawan lokal maupun pelancong dari luar daerah tetap terlihat silih berganti berdatangan, khususnya pada sore hari, untuk menikmati panorama laut selatan dan suasana senja yang menenangkan.
Kembalinya situasi normal ini tetap disyukuri oleh para pelaku usaha mikro di sekitar kawasan wisata yang baru saja memanen rezeki berlimpah.
Desty, seorang pedagang es krim yang sehari-hari berjualan di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung selama libur sekolah dan Nataru kemarin memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi pendapatan para pedagang kecil.

“Kalau pantainya ramai, dampaknya terasa banget ke kami para pedagang. Penjualan naik, es krim juga cepat habis. Pas libur panjang itu pembeli bisa naik drastis. Kadang sampai kewalahan karena pembeli datang terus,”kata Desty mengenang kesibukan selama masa liburan, Rabu (7/1/2026) di Pacitan.
Senada dengan Desty, Varul, seorang pedagang angkringan setempat, menilai bahwa Pantai Pancer Door memiliki daya tarik abadi yang membuatnya tetap menjadi primadona wisata di Pacitan meskipun musim liburan telah usai.
Menurutnya, lokasi yang strategis karena dekat dengan pusat kota serta dukungan fasilitas yang kian memadai menjadi alasan utama wisatawan betah berlama-lama, baik untuk sekadar berolahraga ringan (jogging) maupun menikmati kuliner.
“Pantai Pancer ini masih jadi favorit. Pemandangannya bagus, dekat pusat kota, jadi orang gampang ke sini. Biasanya kalau habis main pantai, atau jogging, pengunjung mampir buat makan atau beli es teh. Kalau lagi ramai, pembeli di angkringan juga ikut ramai,”kata Varul.
Stabilitas kunjungan ke Pantai Pancer Door ini tidak lepas dari dampak positif pengembangan infrastruktur serta kebijakan strategis penghapusan tiket masuk yang mulai diterapkan sejak tahun 2024 lalu.
Langkah tersebut terbukti efektif menjaga animo masyarakat untuk terus menjadikan Pantai Pancer Door sebagai destinasi wisata andalan yang murah, mudah diakses, dan menyenangkan hingga awal tahun 2026 ini.









