Pacitanku.com, ARJOSARI — Akses lalu lintas penghubung antara Brangkal menuju Kalikuning di Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Pacitan kini dipastikan telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dengan aman pada Rabu (7/1/2026).
Kelancaran arus lalu lintas ini tidak lepas dari aksi sigap dan semangat gotong royong warga setempat yang bergerak cepat mengevakuasi pohon besar yang sempat tumbang dan menutup total badan jalan pada Senin malam lalu.
Peristiwa yang sempat melumpuhkan akses warga tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, di mana sebuah pohon tua berukuran besar roboh melintang di tengah jalan Dusun Brangkal.
Kejadian ini bermula ketika angin kencang menerjang wilayah tersebut dan menyebabkan pohon yang kondisi akarnya sudah rapuh tak kuat menahan beban hingga akhirnya tumbang.
Akibatnya, akses jalan vital tersebut sempat terputus total dan tidak bisa dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu saksi mata sekaligus warga Dusun Brangkal, Hari, menceritakan detik-detik saat akses jalan tersebut lumpuh.
Ia yang kebetulan melintas pada malam kejadian mengaku terkejut mendapati jalanan sudah tertutup rapat oleh batang pohon raksasa.
Menurutnya, situasi saat itu cukup menyulitkan mobilitas warga karena tidak ada celah sedikit pun untuk lewat.
“Saya lewat sekitar malam, tiba-tiba jalan sudah tertutup pohon besar, jadi tidak bisa lewat sama sekali,” ungkap Hari menceritakan kondisi saat kejadian.
Senada dengan Hari, warga setempat bernama Suyanto menjelaskan bahwa faktor cuaca dan usia tanaman menjadi penyebab utama insiden ini.
Menurut pengamatannya, sebelum pohon tersebut roboh, wilayah Desa Borang memang sedang dilanda angin yang cukup kencang. Kondisi batang pohon yang sudah tua dan lapuk membuat struktur akarnya tidak lagi kokoh mencengkeram tanah.
“Anginnya memang agak kencang, pohonnya juga kelihatan sudah lama dan besar, kemungkinan akarnya tidak kuat,” jelas Suyanto.
Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang melintas.
Menyadari pentingnya akses jalan tersebut bagi aktivitas warga, masyarakat Dusun Brangkal langsung berinisiatif melakukan pembersihan secara mandiri pada malam itu juga tanpa menunggu petugas.
Berbekal peralatan seadanya serta penerangan terbatas dari lampu sorot kendaraan dan senter, warga bahu-membahu memotong dahan dan menyingkirkan batang pohon dari badan jalan.
Berkat kerja keras tersebut, jalur yang sempat terisolasi kini sudah bisa dilalui kembali dengan normal, meski warga tetap diimbau waspada terhadap potensi pohon tumbang susulan mengingat cuaca yang masih kerap berubah.









