Libur Nataru 2026 Bawa Berkah, Omzet Pusat Oleh-oleh di Pacitan Melonjak Nyaris Dua Kali Lipat

oleh -147 Dilihat
PRIMADONA WISATAWAN. Varian olahan ikan tuna seperti tahu tuna dan otak-otak menjadi produk paling laris diburu pengunjung sebagai buah tangan khas Pacitan. Cita rasanya yang gurih menjadikan produk ini favorit pelancong dari berbagai daerah. (Foto: Fernanda Dimas Renaldi/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pacitan.

Geliat pariwisata yang meningkat drastis turut mendongkrak omzet penjualan di sejumlah pusat oleh-oleh khas daerah hingga nyaris menyentuh angka dua kali lipat dibandingkan hari biasa, membawa angin segar bagi para pelaku usaha setempat.

Salah satu pusat oleh-oleh yang merasakan dampak positif dari membludaknya wisatawan ini adalah Putra Samudera Pacitan.

Anne, salah satu karyawan di pusat oleh-oleh tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung mulai terasa sejak awal masa liburan.

Menurutnya, pergerakan grafik penjualan menunjukkan tren yang sangat positif jika disandingkan dengan hari-hari reguler di mana tingkat transaksi biasanya cenderung landai.

“Pada hari normal penjualan hanya mencapai sekitar 30 hingga 40 persen. Namun, selama libur Natal, omzet penjualan meningkat hingga sekitar 80 persen,”kata Anne, baru-baru ini.

Kenaikan omzet ini berbanding lurus dengan bertambahnya volume konsumen yang datang memadati gerai oleh-oleh.

Pengunjung yang datang pun sangat beragam, tidak hanya didominasi oleh warga lokal, melainkan juga wisatawan dari luar kota hingga turis mancanegara yang sengaja menghabiskan waktu liburan akhir tahun di Kota 1001 Gua.

Dari sekian banyak varian buah tangan yang ditawarkan, produk berbasis olahan ikan tuna masih menjadi primadona yang paling banyak diburu oleh para pelancong.

Produk-produk praktis dan lezat seperti tahu tuna, otak-otak, dan pangsit tercatat sebagai komoditas terlaris yang ludes terjual setiap harinya.

Tingginya minat pembeli ini juga tidak lepas dari strategi pemasaran yang efektif, di mana promosi gencar melalui media sosial dan pemanfaatan platform digital dinilai sukses menarik perhatian wisatawan untuk singgah berbelanja sebelum kembali ke daerah asal.

No More Posts Available.

No more pages to load.