Hari Pertama Sekolah Semester Genap, Dindik Pacitan Tekankan Kualitas Pembelajaran dan Penguatan Karakter

oleh -136 Dilihat
DEMI MASA DEPAN. Yahya, wali murid asal Pacitan, tampak emosional saat harus kembali melepas putranya ke Pondok Pesantren di hari pertama sekolah, Senin (5/1/2026). Ia menekankan pentingnya bekal ilmu agama dan umum sebagai benteng generasi muda di tengah tantangan zaman. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITANHari pertama masuk sekolah Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 di Kabupaten Pacitan menjadi momentum strategis bagi seluruh satuan pendidikan untuk memacu peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus penguatan karakter peserta didik dengan energi baru pascalibur panjang.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan secara khusus mengajak seluruh elemen, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua, untuk bersinergi menjadikan awal tahun ini sebagai titik tolak mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga unggul dalam perilaku.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kembali ke sekolah kepada seluruh insan pendidikan di wilayahnya.

Ia berharap masa liburan yang baru saja usai dapat menjadi sumber energi positif untuk memantik semangat belajar yang lebih tinggi dalam menjalani semester genap ini.

Menurutnya, sekolah harus kembali mengukuhkan fungsinya sebagai kawah candradimuka yang seimbang antara transfer ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak mulia bagi generasi penerus bangsa.

“Semoga liburan yang telah berlalu memberi energi baru untuk memulai semester ini dengan semangat yang lebih tinggi. Sekolah harus menjadi tempat membentuk ilmu sekaligus sikap dan perilaku positif bagi generasi penerus,”kata Khemal Pandu, Senin (5/1/2026).

Khemal juga mengimbau para tenaga pendidik untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi di dalam kelas, termasuk memanfaatkan teknologi digital agar suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan Khemal Pandu Pratikna. (Foto: Dok. Istimewa)

Sementara bagi para siswa, ia berpesan agar memulai hari pertama ini dengan kedisiplinan dan tekad kuat, karena masa depan gemilang hanya milik mereka yang mau berusaha keras menempa diri.

Di sisi lain, kesiapan menghadapi semester baru juga tidak lepas dari dukungan penuh orang tua. Yahya, salah satu wali murid asal Pacitan, menuturkan sisi emosional saat harus melepas putranya kembali menimba ilmu di Pondok Pesantren Darut Taqwa, Ponorogo.

Meski berat harus berpisah jarak dengan sang buah hati, ia meyakini bahwa pendidikan adalah investasi terbaik yang harus diperjuangkan demi masa depan anak.

“Berat melepas, tapi demi masa depan yang cerah harus rela berpisah sementara. Kita berikan ilmu agar ilmu itu yang menjaga mereka,”kata Yahya.

Selain motivasi, Yahya juga menyoroti tantangan pendidikan di era modern, khususnya terkait penggunaan teknologi.

Ia berharap dunia pendidikan memberikan perhatian lebih pada pengawasan penggunaan gawai dan media sosial yang berpotensi membawa dampak negatif jika tidak dikendalikan.

Ia mendorong adanya kolaborasi pengawasan antara sekolah dan orang tua, serta optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler fisik untuk menjaga kesehatan mental dan pertumbuhan anak yang positif.

No More Posts Available.

No more pages to load.