Berkah Libur Nataru, Pusat Oleh-oleh Ikan Goreng di Pacitan Diserbu Wisatawan hingga Kehabisan Parkir

oleh -187 Dilihat
WISATA KULINER. Keramaian wisatawan saat memadati pusat oleh-oleh Ikan Goreng Bu Yani di dekat Pantai Teleng Ria, Pacitan, Sabtu (3/1/2026). Momen libur Nataru dan sekolah membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM dengan lonjakan pembeli dari luar kota. (Foto: Rayhan Narajati)

Pacitanku.com, PACITAN — Momentum libur sekolah yang beriringan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 membawa angin segar bagi perekonomian lokal di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Geliat pariwisata yang meningkat drastis turut mendongkrak omzet pedagang oleh-oleh, salah satunya yang dialami oleh sentra Ikan Goreng Bu Yani yang berlokasi strategis, yakni di lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.

Jaraknya sendiri hanya 100 meter dari pintu masuk objek wisata Pantai Teleng Ria.

Pemilik usaha, Ibu Yani, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung dari berbagai daerah sudah mulai terasa signifikan sejak memasuki masa libur sekolah.

Berdasarkan pengamatannya, para pelanggan yang memadati gerainya mayoritas merupakan wisatawan yang berasal dari kota-kota tetangga, seperti Ponorogo, Madiun, Magetan, hingga Surabaya yang sengaja menghabiskan waktu liburan di pesisir selatan.

“Pembeli dari luar kota banyak yang mencari ikan kalakan, kelong, atau marlin. Biasanya mereka setelah berlibur di pantai, langsung mampir mencari ikan goreng khas Pacitan di sini,”kata Yani saat ditemui di sela kesibukannya melayani pembeli, Sabtu (3/1/2026).

BUAH TANGAN KHAS. Varian ikan goreng segar dan krispi menjadi incaran utama para pelancong yang berkunjung ke Pacitan. Selain harga terjangkau, pengunjung diperbolehkan mencicipi olahan ikan secara gratis sebelum membeli. (Foto: Rayhan Narajati)

Tingginya antusiasme wisatawan terlihat dari antrean pembeli yang mengular panjang hingga meluber ke bahu jalan raya.

Para pelancong tampak berkerumun di depan meja saji yang memamerkan beragam olahan laut segar, mulai dari ikan marlin, tengiri, tuna, cumi-cumi, udang, hingga ikan asap yang menggugah selera.

Selain ikan potong besar, varian ikan kecil yang digoreng krispi seperti teri, wader, dan layur juga menjadi primadona yang ludes diburu pembeli sebagai buah tangan.

Membludaknya jumlah kunjungan wisatawan tahun ini bahkan memaksa pihak pengelola untuk mengambil langkah taktis guna menjamin kenyamanan konsumen.

Yani menyebutkan bahwa pihaknya harus menyediakan area parkir tambahan karena lahan parkir utama tidak lagi mampu menampung volume kendaraan pribadi maupun bus pariwisata yang datang silih berganti.

“Sampai dibentuk lahan parkir baru di seberang toko untuk menampung kendaraan karena ramainya pengunjung selama liburan,”tambahnya.

Daya tarik utama pusat oleh-oleh ini tidak hanya terletak pada kelengkapan jenis ikan dan kemudahan aksesnya, melainkan juga strategi pelayanan yang memanjakan lidah konsumen.

Proses penggorengan yang dilakukan secara langsung di lokasi menyebarkan aroma khas ikan laut yang menjadi magnet tersendiri bagi pengendara yang melintas.

Selain itu, wisatawan diberikan keleluasaan untuk mencicipi aneka jenis olahan ikan secara gratis sepuasnya sebelum memutuskan untuk membeli, sebuah pendekatan humanis yang membuat pelanggan merasa dihargai.

Kenaikan omzet selama musim libur panjang ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi sektor UMKM di kawasan wisata Pacitan secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.