Pacitanku.com, ARJOSARI — Semangat kebersamaan ditunjukkan oleh warga Dusun Sidorejo, Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, yang bahu-membahu melakukan kerja bakti pembangunan saluran irigasi sementara pada Kamis (1/1/2026).
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai langkah taktis untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai ke area persawahan, seiring dengan masuknya musim olah lahan di wilayah tersebut.
Inisiatif pembangunan irigasi darurat ini memanfaatkan aliran air alami yang bersumber dari Gunung Gajah.
Warga menyadari bahwa tanpa rekayasa saluran yang baik, debit air tidak akan mampu menjangkau petak-petak sawah mereka yang tersebar cukup luas.
Pengerjaan saluran air sepanjang kurang lebih dua kilometer ini dilakukan secara manual menggunakan bahan-bahan sederhana yang tersedia di alam sekitar, meski terkadang Pemerintah Desa setempat turut memberikan dukungan berupa penyediaan alat kerja guna mempermudah proses pembuatan bendungan sederhana tersebut.
Kepala Dusun Sidorejo, Heriyanto, menjelaskan bahwa pembuatan irigasi atau bedengan ini merupakan agenda krusial yang tidak bisa ditunda setiap kali musim tanam tiba.
Elevasi tanah yang beragam membuat air sungai tidak bisa naik secara otomatis ke saluran persawahan tanpa adanya bendungan buatan warga.
“Kalau tidak dibuat irigasi, air tidak bisa naik ke saluran dan sawah tidak mendapat cukup air, terutama saat musim olah lahan,”kata Heriyanto.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh warga Dusun Sidorejo yang memiliki lahan pertanian, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari wilayah Jatimalang.
Solidaritas antarwarga ini terjalin karena masyarakat Jatimalang juga turut memanfaatkan aliran air dari sumber Gunung Gajah untuk kebutuhan pertanian mereka.
Sinergi lintas wilayah ini menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong yang masih lestari di kalangan petani Pacitan demi mencapai tujuan bersama, yakni kelancaran proses pertanian.
Melalui kerja keras bersama ini, warga berharap aliran air dapat terdistribusi dengan lancar dan merata hingga ke seluruh petak sawah.
Dengan jaminan ketersediaan air yang cukup, proses pengolahan lahan diharapkan dapat berjalan optimal dan menghasilkan panen yang melimpah bagi kesejahteraan petani setempat.











