Pacitanku.com, ARJOSARI — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pacitan kembali memicu bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor yang sempat melumpuhkan akses jalur provinsi penghubung Pacitan-Ponorogo, tepatnya di Dusun Mujing, Desa Borang, Kecamatan Arjosari.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) malam hari sekitar pukul 23.50 WIB tersebut mengakibatkan material tanah bercampur pohon tumbang menutup badan jalan sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas di tengah kegelapan malam.
Insiden ini bermula ketika hujan lebat dengan durasi cukup lama mengguyur kawasan perbukitan di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi tanah yang labil membuat akar pohon di tebing sisi jalan tak lagi mampu menopang beban, sehingga akhirnya tumbang dan meluncur atau mblondor ke badan jalan membawa serta material tanah longsoran.
Situasi sempat mencekam ketika seorang saksi mata yang kebetulan melintas di lokasi kejadian nyaris menjadi korban akibat jarak pandang yang terbatas.
Taufik Arokhim, saksi mata yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, menceritakan detik-detik menegangkan saat kendaraannya hampir menabrak tumpukan material longsor dan batang pohon yang melintang.
Menyadari bahaya yang mengancam pengendara lain, ia segera bertindak cepat dengan memberitahu warga sekitar untuk meminta bantuan penanganan darurat.
“Saya hampir menabrak longsoran saat lewat. Setelah tahu, saya langsung menginfokan ke warga dan pulang mengambil alat untuk memotong ranting pohon,”kata Taufik saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Proses evakuasi material longsor berjalan cukup cepat berkat sebuah kebetulan yang menguntungkan di lapangan.
Saat warga setempat hendak memulai pembersihan secara mandiri, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan melintas di lokasi tersebut usai menangani bencana serupa di wilayah Kedungbendo.
Tanpa membuang waktu, tim reaksi cepat BPBD langsung bahu-membahu bersama warga membersihkan material longsoran agar akses jalan dapat segera dilalui kembali pada malam itu juga.
Kendati akses jalan telah terbuka, kewaspadaan tinggi masih sangat diperlukan bagi para pelintas jalur Arjosari.
Pasalnya, pergerakan tanah di lokasi tersebut terpantau masih aktif, terbukti dengan adanya laporan longsor susulan yang kembali terjadi di titik yang sama pada Jumat (2/1/2026) dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Pengguna jalan diimbau untuk ekstra hati-hati, terutama saat hujan lebat turun, mengingat potensi pohon tumbang dan luncuran material tanah masih mengintai di sepanjang jalur provinsi tersebut.











