Lokasi Masjid Terdampak Longsor akan Dipindah ke Tempat yang Lebih Aman

oleh -131.854 views
Sebuah mushola di Dusun Krajan, Desa Kluwih diterjang material tanah longsor, Sabtu (21/10/2017). (Foto: Cahya Lonyoete Salessan/OWP)

Pacitanku.com, TULAKAN – Masjid Al Falaq, di Dusun Krajan, Desa Kluwih, Kabupaten Pacitan rusak pascatertimpa longsor dari tebing setinggi 40 meter di belakang bangunan. Hampir seluruh bagian bangunan masjid rusak parah dan tak bisa difungsikan lagi.

Intensitas hujan yang tinggi ditambah struktur tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama terjadinya musibah bencana longsor tersebut. Peristiwa ini pun jelas mengganggu kegiatan ibadah bagi 40 kepala keluarga di dusun setempat.

“Material longsoran berupa batuan dan lumpur masuk ke dalam ruang bangunan masjid. Hingga saat ini material longsoran yang menimpa mushola hasil swadaya warga ini, belum dibersihkan. Ini karena takut terjadi longsor susulan. Sesuai musyawarah, warga setempat rencananya akan memindahkan lokasi masjid ke tempat yang lebih aman,” terang Suyatno, Takmir masjid, dikutip JPNN.com, Senin (23/10/2017).

Mereka berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah guna membangun sarana ibadah umat Islam tersebut.

Berdasarkan pantauan, masjid warga yang berada di bawah tebing tersebut diterpa material longsor dari tebing atasnya. Alhasil, dinding mushola jebol setelah material longsor berupa tanah dan bebatuan menerjang masjid tersebut.

Sementara, di bagian atas masjid, pepohonan juga turut roboh, di bagian atap, genteng mushola tersebut pecah dan rusak.

Jebolnya mushola ini menambah daftar 122 unit bangunan dari empat kecamatan terdampak bencana alam tanah longsor dan gerakan tanah yang terjadi beberapa hari terakhir. Keempat kecamatan itu adalah Ngadirojo, Sudimoro, Tulakan, dan Kebonagung.

Diketahui, wilayah Kecamatan Tulakan sendiri ada 89 unit rumah warga rusak. Baik ringan, sedang, sampai berat.

“Dari 4 wilayah yang kita pantau, Kecamatan Tulakan memang yang paling banyak terdampak bencana alam, di Desa Jatigunung ada 49 rumah ambles. Selain itu juga ada beberapa titik jalan desa, kabupaten, maupun provinsi rusak,” kata Bupati Indartato saat mengunjungi lokasi tanah longsor dan tanah gerak di wilayah Kecamatan Tulakan, Jum’at (20/10/2017).