Berkah Akhir Tahun, Petani Muda di Tulakan Pacitan Panen Raya Cabai Rawit Saat Harga Meroket

oleh -491 Dilihat
KUALITAS UNGGUL. Kondisi tanaman cabai rawit yang tumbuh lebat dan siap panen di lahan pertanian kawasan Tulakan, Pacitan. Perawatan yang konsisten menghasilkan komoditas berkualitas tinggi yang kini banyak diburu pasar. (Foto: Nofi Ana/Pacitanku)

Pacitanku.com, TULAKAN — Nasib mujur menghampiri Rida Riswanto, seorang petani muda asal Pakel, Desa Losari, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan.

Jerih payahnya membudidayakan tanaman hortikultura sejak tiga bulan lalu berbuah manis karena masa panen cabai rawit miliknya bertepatan dengan momentum lonjakan harga komoditas tersebut di pasaran pada akhir Desember 2025 ini.

Tanaman cabai yang tumbuh subur dan berbuah lebat menjadi penutup tahun yang menggembirakan bagi pemuda yang memilih terjun ke sektor pertanian tersebut.

Rida menekuni budidaya cabai rawit varietas Dewata 43 yang dikenal memiliki karakteristik buah ramping memanjang dengan tingkat kepedasan tinggi.

Proses penanaman yang dimulainya sejak akhir September lalu kini telah membuahkan hasil optimal. Uniknya, Rida mengaku bahwa keuntungan ganda yang didapatkannya saat ini bukanlah hasil spekulasi pasar, melainkan buah dari fokusnya pada proses perawatan tanaman.

Sejak awal menanam, ia tidak pernah memperhitungkan fluktuasi harga dan hanya berkonsentrasi agar tanamannya tumbuh sehat dan produktif.

Pria yang menjadi inspirasi bagi pemuda desa ini menuturkan bahwa varietas Dewata 43 dipilih karena masa panennya yang relatif pendek serta perawatan yang tidak jauh berbeda dengan jenis cabai lainnya. Hal ini membuatnya cocok dikelola, bahkan oleh petani pemula.

Karakteristik visual cabai ini pun menarik, mengalami perubahan warna dari putih kekuningan saat muda, berubah menjadi hijau, oranye, hingga merah cerah ketika matang sempurna.

Rida menerapkan sistem panen selektif yang dilakukan secara manual dengan tangan setiap dua hari sekali.

Metode petik rutin ini menyasar buah yang sudah matang sempurna maupun setengah matang guna menjaga ritme produksi tanaman agar tetap stabil dan memperpanjang masa hidup produktif pohon cabai.

Di tengah kesibukannya memanen, ia baru menyadari bahwa harga jual di pasaran sedang tinggi, sebuah kebetulan yang sangat disyukuri.

“Saya tidak menyangka harga cabai sedang melonjak ketika cabai saya siap panen. Pada awalnya saya menanam tidak terlalu memperkirakan harga jual. Dari segi kualitas sendiri, menurut saya panen kali ini juga lumayan baik dan buahnya lebat. Harapan saya ke depan bisa terus mengembangkan budidaya cabai ini, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun relasi,”kata Rida, Minggu (28/12/2025).

Keberhasilan ini menjadi motivasi tambahan bagi Rida untuk terus menyeriusi dunia agrobisnis. Ia berambisi memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan skala produksinya di masa mendatang.

Lebih dari sekadar keuntungan materi, Rida berharap jejaknya dapat memantik semangat anak muda lain untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

Menurutnya, stigma bertani sebagai pekerjaan berat dan tidak pasti dapat dipatahkan dengan pengelolaan yang serius dan konsisten, sehingga mampu menjadi peluang usaha menjanjikan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

No More Posts Available.

No more pages to load.