Pacitanku.com, PACITAN – Dominasi wisatawan asing di kawasan pesisir Pacitan perlahan mulai diimbangi oleh kehadiran warga lokal yang menaruh minat pada olahraga air.
Fenomena ini terlihat jelas di Pantai Pancer Door, di mana pemuda asli Pacitan, M. Amir Huda, kini rutin menjalani latihan selancar atau surfing sebagai upaya serius mengembangkan potensi diri sekaligus memajukan olahraga daerah.
Amir tidak sendirian dalam menaklukkan ombak. Ia berlatih di bawah bimbingan Rian Pratama, seorang pelatih yang memiliki pengalaman mumpuni dalam menangani peselancar pemula.
Program latihan yang dijalani Amir berlangsung secara terjadwal dengan durasi dua jam pada setiap pertemuan.
“Materi yang diberikan pun sangat komprehensif, dimulai dari pengenalan peralatan, teknik dasar berdiri dan menjaga keseimbangan di atas papan, hingga praktik langsung menghadapi gulungan ombak,”katanya, Minggu (21/12/2025) di Pacitan.
Pantai Pancer Door dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal memiliki karakter ombak yang stabil sehingga dinilai relatif aman bagi para pemula yang ingin belajar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas latihan Amir berlangsung di tengah hiruk-pikuk pengunjung pantai.
Kehadiran peselancar lokal seperti Amir di tengah dominasi wisatawan asing menjadi angin segar dan bagian penting dalam ekosistem perkembangan olahraga selancar di Pacitan.
Terkait biaya, pelatih Rian Pratama menjelaskan bahwa untuk mengikuti satu kali sesi latihan, peserta dikenakan tarif sebesar Rp400.000.
Nominal tersebut dinilai cukup terjangkau karena telah mencakup jasa pelatih profesional serta paket penyewaan peralatan selancar yang lengkap, mulai dari papan selancar hingga perlengkapan keselamatan standar.
“Skema pembiayaan all-in ini dinilai sangat membantu pemuda lokal yang memiliki minat tinggi untuk belajar surfing namun terkendala kepemilikan peralatan sendiri,”jelas Rian.
Semangat yang ditunjukkan oleh Amir dan ketersediaan fasilitas pelatihan yang memadai diharapkan dapat memicu lebih banyak lagi pemuda Pacitan untuk terjun ke dunia olahraga air.
Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan warga lokal tidak hanya sebagai penonton, melainkan pelaku utama dalam memajukan pariwisata dan olahraga di tanah kelahiran mereka sendiri.












