Unik, Emak-emak di Ngadirojo Pacitan Adu Terampil Muyu Gebing Demi Lestarikan Tradisi Lawas

oleh -550 Dilihat
LESTARIKAN TRADISI. Suasana kemeriahan lomba muyu gebing yang diikuti ibu-ibu di Dusun Krajan, Desa Ngadirojo, Pacitan, Minggu (14/12/2025). Tradisi ini sengaja dilombakan agar keterampilan warisan leluhur tidak luntur tergerus perkembangan zaman serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Foto: Dok. Panitia

Pacitanku.com, NGADIROJO – Suasana peringatan Hari Ibu di Dusun Krajan, Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya pada Minggu (14/12/2025).

Warga setempat menggelar perlombaan unik bertajuk lomba muyu gebing, sebuah kompetisi keterampilan tradisional yang diikuti oleh perwakilan dari sembilan Rukun Tetangga (RT) di wilayah tersebut.

Pemilihan lomba muyu gebing sebagai agenda utama peringatan Hari Ibu tahun ini bukan tanpa alasan. Panitia menilai tradisi ini memiliki nilai budaya yang luhur namun keberadaannya mulai tergerus zaman.

Keterampilan mengolah bahan pangan yang dulunya menjadi keahlian wajib para ibu di desa tersebut, kini perlahan mulai jarang dilakukan dan ditinggalkan oleh generasi saat ini.

Panitia kegiatan, Rian Melany, menjelaskan bahwa tujuan utama dari perlombaan ini adalah untuk menghidupkan kembali memori kolektif warga akan tradisi lokal agar tidak punah. Ia merasa prihatin karena semakin sedikit kaum ibu yang menguasai teknik tersebut dengan baik.

“Muyu gebing merupakan bagian dari budaya kita yang harus dijaga. Saat ini sudah tidak banyak ibu-ibu yang bisa melakukannya dengan benar, sehingga kami merasa perlu mengangkat kembali tradisi ini melalui lomba,” ujar Rian di sela-sela kegiatan.

Selain menjadi ajang kompetisi, gelaran ini juga bertransformasi menjadi sarana silaturahmi yang hangat antarwarga serta wadah edukasi budaya efektif bagi generasi muda. Antusiasme peserta dan penonton terlihat sangat tinggi, menciptakan suasana guyub rukun dari awal hingga akhir acara.

Rian berharap, euforia lomba ini tidak berhenti pada saat acara saja, melainkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian budaya desa. Pihaknya menginginkan agar keterampilan warisan leluhur ini kembali diminati dan dipelajari.

“Harapan kami, setelah lomba ini, semakin banyak ibu-ibu yang terinspirasi untuk belajar dan melestarikan cara muyu gebing yang benar, sehingga tradisi ini tetap lestari dan tidak luntur dimakan perubahan zaman,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.