Pacitanku.com, PACITAN – Antusiasme masyarakat Pacitan terhadap gelaran Festival Film Horor terus menunjukkan tren positif.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, tercatat kurang lebih 300 penonton telah memadati lokasi pemutaran sejak sesi pertama dimulai.
Ajang apresiasi sinema ini menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dengan menyebar titik pemutaran di tiga lokasi strategis di pusat kota, menjadikannya magnet hiburan baru bagi warga.
Panitia penyelenggara membagi festival ini ke dalam tiga zona layar dengan konsep dan segmentasi yang unik.
Baca juga: Opening Festival Film Horor Pacitan 2025 Resmi Dibuka di Pancer Door
Lokasi pertama dipusatkan di Gedung Karya Dharma yang mengusung tajuk “Layar Bisikan Nusantara” untuk menayangkan film umum nasional.
Lokasi kedua bertempat di Gasibu Swadaya dengan nama “Layar Tatapan Kosong di Sekolah” yang dikhususkan bagi film karya pelajar regional.
Sementara itu, lokasi ketiga yang mengambil tempat di lapangan basket Alun-Alun Pacitan diberi nama “Layar Bibir Berdarah”, menayangkan film ekshibisi serta film umum nasional.
Skala festival ini terbilang cukup masif dengan total pemutaran mencapai 75 judul film dari berbagai kategori dan latar belakang pembuat film.
Di setiap lokasi, panitia membagi jadwal pemutaran menjadi lima sesi, di mana masing-masing lokasi menayangkan 25 film.
Konsep distribusi lokasi dan banyaknya variasi film ini bertujuan untuk memberikan ruang yang luas bagi karya sineas agar dapat dinikmati oleh berbagai segmen penonton.
Salah satu panitia penyelenggara, Sheva, mengungkapkan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang promosi yang efektif bagi karya sineas, baik tingkat lokal maupun nasional.
Ia berharap ajang ini dapat memacu ekosistem perfilman di daerah agar semakin produktif.
“Harapan kami, film-film yang ada di Indonesia, khususnya dari Pacitan, bisa lebih maju dan banyak dikenal oleh masyarakat luar,”katanya saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Sabtu malam.
Festival Film Horor ini telah menjadi wadah apresiasi sekaligus penggerak kreativitas bagi para sineas muda.
Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Alun-Alun Pacitan menjadi bukti nyata bahwa film lokal memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, sekaligus menegaskan posisi Pacitan sebagai ruang kreatif yang terus tumbuh dan berkembang.
Kemeriahan acara ini mendapat sambutan hangat dari para pengunjung yang hadir menikmati suasana malam di pusat kota.
Salma, salah satu penonton yang hadir, mengaku senang dengan adanya hiburan alternatif yang mampu menghidupkan suasana Alun-Alun Pacitan.
“Seru, dengan adanya acara seperti ini alun-alun jadi lebih hidup dan ramai. Semoga acara seperti ini bisa terus berkembang,”harapnya.












