Pacitanku.com, PACITAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan resmi merampungkan rangkaian kegiatan reses masa sidang 1 tahun 2025 dengan menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses, Jumat (28/11/2025).
Dalam sidang yang melaporkan hasil serap aspirasi dari enam daerah pemilihan (dapil) tersebut, isu perbaikan infrastruktur jalan, kelayakan fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan mendominasi aspirasi masyarakat untuk dijadikan acuan kinerja pemerintah daerah ke depan.
Agenda turun ke bawah menemui konstituen ini telah dilaksanakan secara intensif oleh para wakil rakyat sejak tanggal 17 hingga 27 November 2025.
Reses menjadi instrumen vital dalam pelaksanaan fungsi legislatif untuk memotret kondisi riil di lapangan dan memastikan suara masyarakat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah.
Laporan yang disampaikan dalam paripurna ini merupakan rangkuman masalah aktual yang dihadapi warga di seluruh penjuru Pacitan.
Juru bicara Dapil 5 Pacitan yang meliputi Kecamatan Ngadirojo dan Sudimoro, Bambang Suseno, menyoroti urgensi hasil reses ini sebagai fondasi perencanaan pembangunan.
Dalam laporannya di hadapan sidang paripurna, Bambang menegaskan bahwa masa reses yang baru saja usai dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berdialog dan mencatat kebutuhan mendesak warga.
“Dapil lima pada masa sidang tahun 2025, reses ini dilaksanakan tanggal 17 sampai 27 November 2025. Kegiatan bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat sebagai acuan kerja pemerintah daerah,”terang Bambang.
Lebih lanjut, Bambang memaparkan sejumlah pokok pikiran strategis yang menjadi harapan masyarakat di wilayahnya. Sektor infrastruktur fisik dan pelayanan dasar masih menjadi prioritas utama.
Aspirasi tersebut mencakup desakan peningkatan kualitas jalan, mulai dari jalan antar desa, kecamatan, hingga jalan kabupaten, serta pemeliharaan saluran irigasi yang sangat dibutuhkan untuk menunjang produktivitas pertanian.
Tak hanya itu, kondisi sarana pendidikan di pelosok juga menjadi perhatian serius, khususnya permintaan pembangunan gedung sekolah dasar yang rusak di pedesaan.
Di sektor kesehatan dan ekonomi, Bambang mencatat adanya permintaan keberlanjutan pembangunan Puskesmas Ngadirojo demi layanan kesehatan yang lebih memadai.
Sementara untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, aspirasi yang muncul meliputi pelatihan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pedesaan, serta permohonan bantuan alat pertanian dan peternakan modern guna meningkatkan taraf hidup petani.
Menutup laporannya, Bambang memastikan bahwa seluruh masukan tersebut tidak hanya akan menjadi catatan administratif, melainkan didorong untuk segera direalisasikan oleh eksekutif.
“Semua aspirasi ini kami sampaikan pada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sebagai acuan kerja pemerintah daerah,”pungkasnya.













