Pacitanku.com, PACITAN – Dunia pendidikan kejuruan Jawa Timur kembali mencetak prestasi gemilang setelah Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sudimoro, Indra Prastowo, berhasil meraih Peringkat 1 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif kategori Kepala SMK tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas filosofi kepemimpinan yang berfokus pada perubahan berkelanjutan (sustainable transformation) dan kolaborasi.
Baca juga: Inovasi Augmented Reality Antarkan Guru SD Pacitan ini Raih Terbaik 1 GTK Transformatif Jatim 2025
Indra Prastowo mengungkapkan bahwa kunci kepemimpinannya adalah mengadopsi falsafah luhur Ki Hajar Dewantara: “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.”
“Sebagai Kepala Sekolah, saya senantiasa berupaya menjadi contoh, inspirator, booster, dan motivator bagi orang-orang yang saya pimpin,”katanya, Senin (10/11/2025) di Pacitan.
Dia juga menegaskan bahwa transformasi yang diusungnya adalah proses berubah menjadi lebih baik dari hari kemarin, bukan sekadar lebih baik dari yang lain.
Fokus utama inovasi yang dinilai paling berdampak dalam kategori GTK Transformatif ini adalah pelibatan seluruh entitas pendidikan di SMKN 1 Sudimoro.
Kolaborasi ini menghasilkan sekolah yang bertransformasi menjadi Sekolah Pusat Keunggulan, Pusat Konservasi Budaya, dan Pusat Pergerakan Literasi dalam Masyarakat.
Salah satu best practice signifikan adalah Proyek Produksi Air RO dan Banyu Udan.
Proyek ini berhasil mengkolaborasikan seluruh jurusan yang ada di sekolah dalam skema kolaboratif learning, yang hasilnya diukur dari tingginya tingkat konsumsi produk oleh masyarakat daerah sekitar, menunjukkan dampak ekonomi yang riil.
Indra Prastowo mengakui tantangan terbesar adalah kompetensi manajerial yang perlu terus diasah. Solusinya adalah dengan selalu belajar, upgrade pengetahuan, dan merefleksi secara periodik.
Transformasi yang dipimpin Indra Prastowo telah membawa dampak positif yang nyata, meliputi peningkatan raihan prestasi siswa, perubahan karakter, dan peningkatan keterserapan tenaga kerja lulusan.
Motivasi terbesarnya adalah keyakinan bahwa “sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”
“Selalu percaya bahwa Allah memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang tidak menyerah. Berserah dan niatkan segala usahanya Lillahitaala. Prestasi adalah bonus, yang lebih penting adalah dampak pada lembaga, lingkungan, serta dunia pendidikan,”kata Indra.
Ia berharap penghargaan ini dapat menginspirasi komunitas pendidikan Pacitan, seraya menegaskan bahwa kemenangan ini membuktikan pemimpin yang baik adalah yang berdampak dan memberikan perubahan positif.










