Antisipasi Kasus Kontaminasi, Badan Gizi Nasional Gelar Bimtek untuk Ribuan Petugas MBG di Pacitan

oleh -200 Dilihat
Demi menjamin kualitas Program Makanan Bergizi (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Bimtek Higiene bagi 1.000 petugas pengelola di Pacitan (25-26/10/2025). Bimtek ini mewajibkan sertifikasi chef, sterilisasi alat, dan pengawasan CCTV untuk menekan kasus kontaminasi hingga zero case. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan bagi 1.000 petugas Pengelola Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang berlangsung pada 25 hingga 26 Oktober 2025, bertempat di Museum dan Galeri Seni SBY-Ani serta Huriya Ballroom, merupakan wujud komitmen BGN untuk meningkatkan kualitas layanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan menekan kasus kerusakan atau kontaminasi makanan hingga zero case.

Kegiatan ini diikuti oleh penjamah makanan dan pengelola SPPG dari 20 SPPG yang tersebar di Kabupaten Pacitan.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi dalam penyediaan makanan bergizi yang aman, higienis, dan sesuai standar layanan MBG.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr. Nurjaeni, Ph.D., menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan penjamah makanan adalah prasyarat utama untuk menjamin kualitas penyediaan makanan bergizi, mulai dari tahap pengadaan bahan hingga pendistribusian.

Ia menegaskan, seluruh proses penyediaan MBG harus memenuhi syarat laik higieni dan sanitasi agar keamanan pangan tetap terjaga.

BGN memfokuskan beberapa langkah strategis untuk peningkatan mutu layanan MBG6. Setiap SPPG wajib memiliki chef bersertifikat yang akan mengikuti pelatihan intensif untuk memastikan kompetensi dalam teknik pengolahan makanan bergizi dan aman.

Selain itu, keamanan makanan akan dijamin melalui uji cepat (rapid test food) secara berkala oleh Balai POM dan jaminan kualitas air bersih, di mana sumber air selain PDAM diwajibkan memasang filter.

Seluruh SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat. Untuk pencegahan bakteri, setiap SPPG diwajibkan sterilisasi food tray menggunakan air panas bersuhu minimal 80 derajat celcius secara rutin.

BGN juga menekankan pentingnya pendampingan ahli gizi untuk keseimbangan nutrisi menu, serta sertifikasi halal sebagai bentuk penghormatan nilai keagamaan.

Terkait pengawasan, setiap SPPG akan dilengkapi CCTV untuk memantau proses pengolahan dan memastikan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

Nurjaeni mengingatkan bahwa menjadi relawan SPPG adalah tugas mulia, bahkan dalam ajaran Islam, memberi makan disebut sebagai salah satu amal terbaik.

“Bapak dan Ibu semua adalah orang-orang hebat yang menyiapkan generasi hebat di masa depan. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan belajar dan berkontribusi nyata untuk bangsa,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.