Pacitanku.com, PACITAN – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) telah resmi menetapkan empat warisan budaya dari Kabupaten Pacitan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia Tahun 2025. Penetapan ini menambah panjang daftar kekayaan budaya Pacitan yang diakui secara nasional.
Pengumuman tersebut disampaikan tim ahli WBTb dari Kementerian Kebudayaan Direktorat Jendral Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui zoom meeting pada Jumat (10/10/2025) dari Jakarta.
“Nggih alhamdulillah kita (Pacitan) dapat tambahan 4 WBTb,”kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan Sukanto, Jumat (17/10/2025) di Pacitan.
Keempat warisan budaya Pacitan yang ditetapkan tersebut terdiri dari tiga seni budaya dan satu kuliner khas, yaitu Upacara Adat Jangkring Genggong dari Dusun Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, dalam kategori Seni Pertunjukan.
Kemudian Oglor dari Desa Wonokarto, Kecamatan Ngadirojo, dalam kategori Seni Pertunjukan. Selanjutnya adalah Upacara Adat Baritan dari Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, dalam kategori Adat Istiadat, Ritus, dan Perayaan.
Terakhir adalah Kuliner Kalakan, yang masuk kategori Kemahiran Kerajinan Tradisional. Ini menjadi Sejarah Dimana destinasi kuliner khas Pacitan pertama yang ditetapkan sebagai WBTb.
Tiga Tradisi dan Kuliner Khas

Tradisi Jangkrik Genggong merupakan ritual tahunan yang dilaksanakan setiap Selasa Kliwon pada Bulan Selo (Longkang/Dzulqo’dah). Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat Dusun Tawang atas melimpahnya hasil pertanian dan laut, puncaknya ditandai dengan kirab ambeng dan tumpengan menuju Pantai Tawang.

Sementara Oglor adalah kesenian musik tradisional dari Desa Wonokarto yang sering digunakan dalam ritual sunatan untuk memberikan semangat dan keberkahan kepada anak. Kesenian ini unik karena vokalnya lebih menonjol dan menggunakan instrumen seperti kendang, sentik, dan terbang.

Selanjutnya, Upacara Adat Baritan dari Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, merupakan tradisi turun-temurun yang rutin digelar setiap bulan Suro, berfungsi sebagai wujud syukur, tolak bala, dan simbol perekat persatuan masyarakat.
Adapun Kuliner Kalakan adalah kuliner asli pesisir Pacitan yang identik dengan rasa pedas dan berbahan dasar daging ikan laut (seperti ikan kelong atau tuna) yang diasap atau dibakar, kemudian dimasukkan dalam santan berbumbu pedas. Bentuknya unik, mirip sate, dan biasa dipadukan dengan nasi tiwul. Kuliner ini populer dan mudah ditemui, menjadikannya menu favorit masyarakat Pacitan.

Dengan ditetapkannya empat warisan budaya baru ini Pacitan sudah mempunyai total 10 WBTb, setelah sebelumnya ada Wayang Beber (2015), Ceprotan (2017), Kethek Ogleng Pacitan (2019), Badut Sinampurno, Brojo Geni Tremas Pacitan, dan Tetaken (2020).













