Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang di perairan Wawaran, Pacitan, akhirnya membuahkan hasil.
Tim gabungan menemukan jenazah korban, Basuki Rahmat (28), di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Rabu (8/10/2025) resmi dihentikan.
Korban, warga Dusun Besar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan kelompok nelayan Wawaran.
Baca juga: Laka Laut di Perairan Wawaran Pacitan, Satu Nelayan Terseret Gelombang
Ps. Kapolsek Kebonagung, Iptu Haming Agus P., menjelaskan bahwa jenazah ditemukan sekitar 15 menit setelah tim memulai pencarian pada pukul 09.00 WIB.
“Kelompok nelayan Wawaran segera melakukan pengangkatan jenazah dan membawanya ke rumah duka untuk dilakukan visum luar oleh pihak Puskesmas Kebonagung,” katanya.
Kecelakaan laut tersebut bermula pada Rabu pukul 03.00 WIB, ketika perahu yang ditumpangi Basuki Rahmat bersama rekan kerjanya, Abu Mahfut (55), mengalami mati mesin dan dihempas gelombang di Perairan Wawaran, Desa Sidomulyo.
Perahu terbalik dan Basuki Rahmat, yang berencana berlayar menuju Perairan Sadeng, Yogyakarta, tidak dapat menyelamatkan diri. Rekan korban, Abu Mahfut, berhasil selamat dengan berpegangan pada perahu.
Iptu Haming mengatakan, hasil visum luar menguatkan dugaan korban meninggal karena tenggelam, yang ditandai dengan kondisi paru-paru terdapat air.
“Ditemukan pula luka lecet pada kulit muka, kaki, dan pergelangan tangan, namun tidak ditemukan adanya luka kekerasan. Pihak keluarga telah membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Basuki Rahmat,” jelasnya.
Iptu Haming menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi nelayan, terutama penggunaan rompi pelampung, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di perairan Pacitan.










