Pacitanku.com, BANDAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pemuda Pacitan.
Rijal Mujahidin Sabililhaq, mahasiswa semester akhir Ma’had Umar bin Al-Khattab Universitas Muhammadiyah Surabaya, berhasil lolos seleksi Program Pembibitan Calon Dai Muda (PCDM) 2025 yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.
Rijal mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung di Jakarta pada 4–14 Agustus 2025, bersama puluhan peserta terpilih dari berbagai daerah di Nusantara.
Pemuda asal Dusun Tanjung, Desa Bangunsari, Kecamatan Bandar ini mengungkapkan, motivasinya mengikuti program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tantangan umat di era modern.
“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, seorang dai tidak cukup hanya fasih dalam ilmu agama, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, memberi jawaban atas persoalan umat,” terang Rijal yang juga aktif sebagai musyrif pondok pesantren dan kader Muhammadiyah.
Proses seleksi yang ia jalani tidak mudah.
Setelah melalui tahapan-tahapan, Rijal akhirnya terpilih mengikuti pelatihan nasional.
Selama lima hari pertama, peserta dibekali materi intensif, kemudian lima hari berikutnya diterjunkan langsung ke pondok-pondok pesantren percontohan yang telah berhasil mengembangkan kemandirian ekonomi.
“Dua hal yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana menjadi dai yang moderat dan dai yang mampu memberdayakan ekonomi umat,” jelasnya.
Pengalaman bertemu para dai muda dari berbagai penjuru Nusantara juga menjadi pelajaran berharga untuk memperluas wawasan dakwah.
Rijal menegaskan, ilmu dan pengalaman yang diperolehnya akan ia dedikasikan untuk kemajuan masyarakat Pacitan.
“Saya percaya, dakwah tidak hanya disampaikan lewat lisan, tetapi juga melalui dakwah bil hal, yakni hadir langsung di tengah masyarakat, memberi keteladanan, menjadi angin penyejuk, sekaligus solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Rijal kini bergabung dalam Ikatan Dai Muda Nusantara (IDM-Nusantara), organisasi alumni PCDM 2025 yang difasilitasi Kemenag RI.
Melalui wadah ini, ia berharap dapat terus berkontribusi dan menghadirkan inovasi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya bagi masyarakat Pacitan











