Pacitanku.com, PACITAN – Upaya pencarian terhadap AS alias Wawan, pelaku pembunuhan sadis di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, semakin intensif.
Setelah lebih dari dua hari penyisiran oleh tim gabungan belum membuahkan hasil, polisi kini melibatkan anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Jawa Timur.
Pencarian dengan anjing pelacak ini dimulai pada Selasa (23/9/2025) pukul 08.30 WIB.
Baca juga: Satu Korban Anak Kasus Pembacokan di Pacitan Dirujuk ke Yogyakarta, Kondisinya Kritis
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengonfirmasi penggunaan anjing pelacak ini.
“Kami melibatkan satuan K9 dari Polda Jatim mencari keberadaan tersangka pembunuhan, dari Selasa pukul 08.30 WIB,” kata Kapolres Ayub.
Menurutnya, anjing K9 adalah anjing yang telah dilatih secara khusus untuk membantu berbagai tugas penegakan hukum, termasuk pelacakan dan penangkapan penjahat.
Keterlibatan anjing K9 diharapkan dapat mempercepat penemuan pelaku yang diduga masih bersembunyi di hutan sekitar desa.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku berinisial AS (45) tega membacok lima orang pada Sabtu (19/9/2025) malam. Insiden ini menyebabkan satu orang tewas, Timi (60), ibu dari mantan istrinya.
Empat korban lainnya, termasuk anak Arga (10), menderita luka berat. Korban Arga sendiri kini telah dirujuk ke Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, anak kandung pelaku, Bima (17), telah diamankan di Polres Pacitan dan berstatus sebagai saksi kunci.












