Pacitanku.com, NGADIROJO – Kepolisian Sektor (Polsek) Ngadirojo, Pacitan, menghadirkan inovasi unik untuk mendukung ketahanan pangan di wilayahnya.
Di samping gedung utama, kini berdiri lahan pertanian dan peternakan yang diberi nama Posko Ketapel, singkatan dari Ketahanan Pangan Ayam Petelur dan Lele. Program ini dikelola langsung oleh anggota polsek dan mulai menunjukkan hasil positif.
Kapolsek Ngadirojo, Iptu Titan Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini mengadopsi sistem terintegrasi yang efisien.
“Inilah Posko Ketapel, Ketahanan Pangan Ayam Petelur dan Lele. Jadi, di atasnya ayam petelur, sedangkan bawahnya kolam lele. Sisa makanan dan kotoran ayam bisa menjadi tambahan pakan untuk lele,” terangnya dikutip dari laman Polres Pacitan.
Selain itu, lahan di sekitar asrama polisi juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi, kangkung, dan ketela pohon. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan para anggota polsek dan keluarga.
Iptu Titan menambahkan, meski baru dimulai, program ini sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah telur yang dihasilkan oleh ayam-ayam peliharaan meningkat dari hanya dua butir per hari menjadi lebih banyak.
“Kemarin yang bertelur hanya 5 sampai 10 ekor, sekarang sudah semakin meningkat,” jelasnya saat memperkenalkan program ini kepada Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Ngadirojo.
Keberadaan Posko Ketapel tidak hanya memberikan manfaat internal, tetapi juga berdampak sosial. Hasil panen dari lahan ini juga digunakan untuk mendukung program penanganan stunting yang dijalankan oleh Puskesmas setempat.
Dengan demikian, Polsek Ngadirojo tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam kesejahteraan masyarakat.












