Pacitanku.com, NAWANGAN — Jajaran panitia penyelenggara kejuaraan bola voli Sudirman Cup 2025 di Kecamatan Nawangan, Pacitan akhirnya angkat bicara.
Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas kericuhan yang terjadi pasca laga final pada 6 September 2025 lalu.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah properti pertandingan rusak dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penonton, peserta, dan masyarakat.
Juru bicara panitia, Frendy Sambo, menyatakan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan.
Ia menegaskan panitia akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi, termasuk kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat kerusuhan.
“Saya atas nama panitia minta maaf yang sebesar-besarnya atas kericuhan yang muncul. Dan atas peristiwa tersebut kami bersedia menanggung segala bentuk konsekuensi sesuai aturan yang ada,” ujar Frendy pada Kamis (11/09/2025).
Selain meminta maaf, Sambo juga menjelaskan kronologi dan meluruskan dugaan yang beredar di masyarakat, terutama terkait ketidakjelasan kehadiran pemain bintang seperti Rivan Nurmulki dan Dimas Saputra.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat panitia untuk memberikan informasi palsu atau menyesatkan. Panitia telah mengonfirmasi kehadiran kedua pemain tersebut kepada klub masing-masing, bahkan mereka sudah tampil di babak semifinal.
“Sebelum Grand Final Putra Sudirman Cup 2025, panitia melakukan konfirmasi rencana kehadiran Rivan kepada pihak klub Restu Putra dan rencana kehadiran Dimas Saputra kepada pihak klub KWK Ponorogo. Kedua pemain tersebut sudah tampil membela timnya, pada babak semifinal Sudirman Cup 2025,” jelas Sambo.
Mengenai ketidakhadiran Rivan pada detik-detik terakhir, panitia menyebut hal itu terjadi di luar kendali mereka.
Meskipun demikian, Sambo memastikan bahwa semua kewajiban, seperti undian kupon berhadiah, telah dilaksanakan sebelum laga final dihentikan paksa.
Pertandingan final putra sendiri, menurutnya, sudah berjalan aman sebelum kericuhan terjadi di pertengahan set pertama.
Di akhir pernyataannya, Sambo menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya turnamen, termasuk para penonton, perangkat pertandingan, klub, dan atlet. Ia menegaskan peristiwa ini akan menjadi pelajaran berharga bagi panitia.
“Kepada seluruh masyarakat, khususnya pecinta bola voli, sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf dari lubuk hati paling terdalam dan terima kasih atas perhatian, dukungan, bantuan, saran dan kritiknya. Peristiwa ini menjadi sebuah pembelajaran berarti, sekaligus introspeksi diri agar kami bisa menyuguhkan yang terbaik di masa depan,” tutupnya.











