Semarak Gebyar Merah Putih di Tulakan Pacitan, Lomba Seni dan Budaya Bangkitkan Jiwa Nasionalisme

oleh -138 Dilihat
Pentas seni Gebyar Merah Putih di Kecamatan Tulakan, Pacitan, menjadi wadah bagi siswa TK dan SD untuk menunjukkan bakat serta melestarikan budaya. Acara ini bukan hanya memperingati HUT ke-80 RI, tetapi juga melatih keberanian, mental, dan rasa percaya diri anak-anak melalui berbagai lomba yang semarak. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, TULAKAN — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, lembaga pendidikan TK dan SD se-Kecamatan Tulakan, Pacitan menggelar Gebyar Merah Putih.

Acara yang berlangsung sejak 25 hingga 30 Agustus 2025 ini berhasil menyatukan siswa, guru, dan masyarakat dalam berbagai perlombaan, mulai dari bidang olahraga, keagamaan, hingga kesenian.

Camat Tulakan, Djoko Harijanto, mengapresiasi semangat kebersamaan yang terjalin dalam seluruh rangkaian acara.

Ia menegaskan bahwa Gebyar Merah Putih merupakan wujud kolaborasi yang kuat di masyarakat.

“Gelaran ini adalah wujud kebersamaan kita semua. Dari, oleh, dan untuk masyarakat Tulakan. Meski dalam cuaca hujan sekalipun, semangat merah putih tetap menyala,”ujar Djoko.

“Teknologi dan globalisasi tidak akan pernah mampu menggantikan peran seorang guru.”

Ketua Bidang Kesenian, Bambang Pidera, bersama Koordinator Bidang Kesenian, Jarwadi, menyoroti pentingnya pelestarian budaya Jawa sebagai pondasi karakter anak bangsa.

“Mencintai budaya adalah cikal bakal hadirnya jiwa terlatih dan karakter anak yang beradab. Kami ingin anak-anak kembali mencintai bahasa dan nilai luhur Jawa sebagai pondasi karakter,”kata Bambang, saat menjelaskan alasan digelarnya lomba pidato bahasa Jawa (sesorah) dan geguritan.

Ketua K3S Tulakan, selaku penanggung jawab acara ini menilai kegiatan ini mampu menyediakan wadah bagi bakat-bakat terpendam siswa.

“Gelaran Gebyar Merah Putih ini memberi oase baru bagi minimnya panggung untuk talenta anak-anak Tulakan. Mereka bisa belajar melatih keberanian, mental, dan rasa percaya diri,”jelasnya.

Kegiatan ini semakin meriah dengan berbagai lomba seperti sepak bola antar-desa, lomba adzan, kaligrafi, hingga karnaval yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Koorwil Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan wilayah Tulakan, Suwarno, menyampaikan kebanggaannya atas kerja keras para pendidik.

“Kami sangat bangga dengan kerja keras seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Tulakan. Walaupun tidak ada gading yang tak retak, setiap kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang,”ujarnya.

Untuk memastikan transparansi, panitia mengundang juri dari luar Kecamatan Tulakan, sebuah langkah yang mendapat apresiasi dari peserta. Meskipun acara berlangsung di tengah hujan, semangat para peserta tak luntur.

“Merah Putih masih berkibar, dan akan terus berkibar dari Tulakan untuk Indonesia. Merdeka!,”pungkas Bambang Pidera.

No More Posts Available.

No more pages to load.