Bupati Pacitan Hadiri Dialog dengan Mensos, Bansos Bukan Seumur Hidup

oleh -580 Dilihat
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, hadiri dialog bersama Menteri Sosial di Ponorogo. Dalam acara tersebut, dibahas sinergi program bansos dan pemberdayaan masyarakat. Gus Ipul (sapaan akrab Menteri Sosial) menekankan agar bansos bukan menjadi program seumur hidup, melainkan pendorong masyarakat agar mandiri dan berdaya. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN — Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menghadiri dialog bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan ribuan pilar sosial dari tiga kabupaten, yakni Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek, pada Senin (4/8/2025).

Acara yang berlangsung di Graha Watoe Dhakon, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program bantuan sosial (bansos).

Bupati Indrata hadir bersama 107 pilar sosial dari Pacitan, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan sosial di wilayahnya.

Dalam dialognya, Menteri Sosial Gus Ipul menekankan bahwa bansos bukanlah program seumur hidup, melainkan bersifat sementara untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sebelum diarahkan menuju kemandirian.

“Jangan kita larut dalam pemberian bansos. Itu satu hal, tapi lebih dari itu, mereka harus berdaya,” ujarnya di hadapan 435 pilar sosial yang hadir dari berbagai unsur, mulai dari pendamping PKH, TKSK, hingga Karang Taruna.

Menurut Gus Ipul, pemerintah saat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap penerima bansos akan dievaluasi setiap lima tahun.

Jika dianggap mampu “naik kelas” atau mandiri, mereka akan dipindahkan ke program pemberdayaan. Namun, jika belum mampu, bansos akan tetap diberikan.

Gus Ipul juga menyoroti temuan mengejutkan terkait judi online yang melibatkan penerima bansos.

Ia menyebutkan, lebih dari 600 ribu penerima bansos terindikasi terlibat, dan 230 ribu di antaranya sudah diputus penyalurannya.

“Pendamping memiliki tugas membina keluarga penerima manfaat agar memanfaatkan bansos sesuai peruntukannya,”tegasnya.

Sementara itu, perwakilan pendamping PKH dari Pacitan menyampaikan apresiasinya kepada bupati dan pemerintah pusat atas dukungan yang telah diberikan.

Bantuan berupa perlengkapan kerja seperti seragam pelindung dinilai sangat membantu para pendamping dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Kami siap untuk program nasional selanjutnya dan berharap dukungan seperti ini semakin banyak di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menanggapi masukan dan apresiasi tersebut, Gus Ipul menutup dialog dengan ajakan agar seluruh pilar sosial terus menjaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kalau kita konsisten, data makin akurat, penyaluran bansos tepat sasaran, dan pemberdayaan masyarakat bisa tercapai,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.