Pacitanku.com, PACITAN – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan sebuah bus nekat melintasi jalur alternatif Sedeng, Pacitan, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan roda dua.
Kejadian ini memicu keprihatinan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pacitan yang langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada para pengemudi untuk mematuhi larangan tersebut demi keselamatan bersama.
Video yang diunggah akun media sosial Instagram Pacitanku tersebut direkam pada Sabtu (26/7/2025) malam oleh seorang warganet yang awalnya mengira bus itu salah jalan dan akan memutar balik.
Namun, bus berwarna hijau tersebut justru terus melaju hingga Bangunsari, bahkan sempat berpapasan dengan bus lain dari arah berlawanan di jalur sempit itu.
Jalur Sedeng sendiri dikenal memiliki karakteristik jalan yang sempit, banyak tikungan tajam, serta tanjakan dan turunan yang curam, sehingga sangat berbahaya jika dilalui kendaraan besar seperti bus dan truk roda enam ke atas.
Baca juga: Ini Jalur-jalur Ekstrem di Pacitan
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pacitan, Ahwan, menyatakan sangat menyayangkan adanya pelanggaran ini.
Ia menegaskan bahwa berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk pemasangan rambu-rambu larangan dan papan imbauan di titik-titik strategis.
“Saya sangat menyayangkan sekali, ternyata masih ada yang melanggar,” ujar Ahwan, Selasa (29/7/2025) di Pacitan.
Ahwan kembali menekankan bahwa larangan melintas bagi kendaraan roda enam ke atas di jalur Sedeng adalah mutlak demi keselamatan pengguna jalan.
“Jalur Sedeng memiliki kondisi jalan yang sempit, tikungan tajam, serta tanjakan dan turunan yang curam. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, kami mengimbau agar kendaraan beroda enam ke atas tidak melintasi jalur tersebut,” tegasnya.
Hingga saat ini, Dishub Pacitan belum menerima konfirmasi dari pihak pengendara bus terkait insiden pelanggaran tersebut. Meski demikian, Ahwan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Dishub Pacitan berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan para pengemudi demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib, khususnya di jalur-jalur rawan seperti Sedeng.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas kami,” pungkasnya.












