Patahkan Stigma Sulitnya Ujian SIM, Polres Pacitan Luncurkan Program Pendampingan “Simbolo Bhabin”

oleh -1044 Dilihat
Polres Pacitan Gelar Pelayanan SIM, STNK, dan SKCK Gratis di CFD Jelang Hari Bhayangkara Ke-79. Warga Pacitan tampak antusias memanfaatkan berbagai layanan publik gratis yang disediakan Polres Pacitan di Alun-Alun Pacitan, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini merupakan upaya Polres untuk lebih dekat dengan masyarakat dan menegaskan komitmen dalam melayani. [Sumber Foto: Satlantas Polres Pacitan]

Pacitanku.com, PACITAN – Stigma mengenai sulitnya memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) telah lama menjadi keluhan di tengah masyarakat.

Menjawab keresahan tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pacitan meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk “Simbolo Bhabin”, sebuah program yang dirancang untuk membantu dan mendampingi warga dalam menghadapi ujian teori maupun praktik.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pacitan, AKP Muhammad Angga Bagus Sasongko, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian institusinya terhadap pandangan masyarakat yang menganggap proses permohonan SIM baru terlalu rumit.

“Kami memahami adanya anggapan di masyarakat bahwa mengurus SIM itu prosesnya berbelit-belit, ujian teorinya sukar, dan ujian praktiknya sulit. Padahal, materi ujian tersebut telah melalui analisis mendalam dan disesuaikan dengan situasi nyata yang akan dihadapi pengendara di jalan raya,” ujar AKP Angga dalam podcast bersama radio Suara Pacitan.

Ia menambahkan, desain lintasan ujian praktik sengaja dibuat untuk mereplikasi kondisi jalan yang sesungguhnya.

Tujuannya adalah untuk memastikan setiap calon pengemudi memiliki bekal keterampilan yang memadai sebelum terjun ke jalan raya. Proses ini berbeda dengan perpanjangan SIM yang prosedurnya lebih sederhana.

Inovasi utama “Simbolo Bhabin” terletak pada penyelenggaraan coaching clinic atau bimbingan intensif. Pelatihan ini akan dibimbing langsung oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di setiap desa atau kecamatan.

Melalui program ini, Bhabinkamtibmas akan memberikan panduan lengkap mengenai persiapan menghadapi ujian teori dan praktik.

“Harapan kami, setelah mengikuti coaching clinic, masyarakat sudah memiliki bekal yang cukup. Bahkan, Bhabinkamtibmas akan mendampingi mereka saat berangkat ke Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas),” jelas AKP Angga.

Program ini diharapkan dapat meminimalkan angka kegagalan, meskipun Satpas tetap memberikan kesempatan mengulang bagi pemohon yang belum berhasil.

Jangkauan program edukasi ini tidak hanya menyasar masyarakat umum di tingkat desa, tetapi juga diperluas hingga ke lingkungan pondok pesantren dan perusahaan.

“Kami menyasar pesantren berdasarkan analisis data kecelakaan yang kerap melibatkan kelompok usia remaja. Harapannya, para santri kelak dapat menyisipkan pesan-pesan tertib berlalu lintas saat berdakwah di tengah masyarakat,” tutur AKP Angga.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Pacitan, Aiptu Rofiq, menambahkan bahwa inisiatif ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. “Belum lama ini, saya diundang oleh PT Sampoerna untuk memberikan coaching clinic. Ketika saya sampaikan program dari Bapak Kapolres ini, pihak perusahaan secara swakarsa langsung berinisiatif menggelar latihan uji praktik bagi karyawannya,” ungkap Rofiq.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Angga juga meluruskan pemahaman mengapa SIM harus diperpanjang secara berkala dan tidak berlaku seumur hidup seperti KTP. Menurutnya, SIM adalah bukti kompetensi berkendara seseorang.

“Sama halnya dengan sertifikasi profesi lain yang memerlukan pembaruan, kemampuan berkendara seseorang dapat menurun seiring berjalannya waktu atau kondisi kesehatan. Perpanjangan SIM berfungsi sebagai mekanisme kontrol dan evaluasi berkala terhadap kompetensi pengemudi,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jalan raya bukanlah arena bermain, dan kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab kematian yang signifikan. Oleh karena itu, SIM menjadi bukti legalitas bahwa seorang warga negara telah dinilai mampu dan layak untuk mengemudikan kendaraan dengan etika dan tanggung jawab.

Melalui “Simbolo Bhabin”, Polres Pacitan berupaya memastikan bahwa proses permohonan SIM tidak lagi dianggap sebagai halangan, melainkan sebagai sebuah proses edukasi untuk menciptakan pengemudi yang andal dan bertanggung jawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.