Pacitanku.com, PACITAN – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Donorojo, Pacitan sukses menjadi duta dari SMKN se- Kabupaten Pacitan dalam ajang Festival Ronthek Pacitan 2025 hari ke-2 pada Minggu (6/7/2025) malam.
Dengan mengusung karya berjudul “Nawung Kridha”, sekolah ini menampilkan perpaduan seni, budaya, dan kearifan lokal yang mendalam.
“Nawung Kridha” bukan sekadar tajuk, melainkan representasi filosofi yang kaya makna. Koordinator Ronthek SMKN 1 Donorojo, Fitri Dewahyu, menjelaskan bahwa frasa dari bahasa Sansekerta ini bermakna “halus perasaan” atau “mengerti perasaan orang lain”.
Lebih jauh, konsep ini mewakili tekad dan upaya kolektif untuk mencapai kebaikan, selaras dengan semangat syiar agama Mbah Umar Tumbu.
“Nawung Kridha tidak hanya tentang empati, tetapi juga tentang tekad dan usaha bersama untuk mencapai sesuatu yang baik,”ujar Fitri.
Dia menambahkan, tema ini terinspirasi dari spirit Mbah Umar Tumbu, pendiri SMKN 1 Donorojo yang sangat dihormati di Pacitan.
“SMKN 1 Donorojo itu didirikan oleh Kyai Mbah Umar Syahid yang julukannya Mbah Umar Tumbu. Makanya kita mengangkat tema ini untuk mengenang jasa-jasa beliau,” jelasnya.
Adaptasi visual dari “tumbu” (anyaman) juga diangkat sebagai simbol kearifan lokal dan telah diterapkan menjadi motif batik.
Kelompok yang akan tampil, Bregada Vokasi Adi Budaya, sepenuhnya beranggotakan siswa-siswi SMKN 1 Donorojo. Mulai dari penari, penabuh ronthek, hingga properti pendukung, semua digarap oleh tangan-tangan kreatif para siswa.
“Alhamdulillah semuanya kooperatif, dari anak-anak ini kan full anak-anak, dari penari, penabuh Ronthek, kemudian properti di dalamnya semuanya dari SMKN 1 Negeri Donorojo,”ungkap Fitri.
Persiapan intensif telah digeber selama kurang lebih satu bulan, dimulai sejak pertengahan Juni. Latihan maraton dilaksanakan setiap hari, mendapatkan dispensasi dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Khusus akhir pekan, latihan dimulai lebih pagi hingga geladi bersih terakhir.
“Pelatih bagus, anak-anak kooperatif, akhirnya ya mudah-mudahan nanti berjalan dengan lancar,” harap Fitri.
Partisipasi SMKN 1 Donorojo ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah kejuruan dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal, tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.
Memperkuat budaya sendiri melalui inovasi dan teknologi dinilai lebih efektif dalam menjaga kelestarian budaya dibanding menolak pengaruh budaya asing.
“Harapan ke depannya, mari bersama-sama menjaga budaya dengan konsep seperti ini,”kata dia.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini mudah-mudahan ke depannya generasi muda akan lebih kreatif dan lebih cerdas mempromosikan budaya daerahnya masing-masing,”pungkas Fitri.












