Warga Pilih Kambing untuk Hewan Kurban Imbas Penyakit PMK dan LSD pada Sapi

oleh -3 Dilihat
Warga Pilih Kambing untuk Hewan Kurban Imbas Penyakit PMK dan LSD pada Sapi. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Akhir bulan Juni 2023 ini, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau dikenal Hari Raya Kurban.

Namun demikian pada tahun ini, hewan-hewan kurban, utamanya sapi dibayangi wabah Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut Kuku (PMK).

Untuk menghindari penyakit tersebut, sejumlah warga Pacitan memilih berburu kambing daripada sapi.

Salah satu penjual hewan asal Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Supinardi Utomo (44) mengaku dagangan hewan kambingnya laris manis jelang Idul Adha.

Menurutnya, tren masyarakat berpindah memilih membeli kambing daripada membeli sapi untuk berkurban karena merebaknya penyakit mulut dan kuku.

“Rata – rata masyarakat berpindah ke kambing, karena banyaknya penyakit pada sapi,”kata pria yang akrab disapa Ipin ini, baru-baru ini.

Ipin mengaku dalam sehari ia mampu menjual 15 ekor kambing, angka itu naik tiga kali lipat dari Idul Adha tahun lalu yang hanya mampu menjual lima ekor dalam sehari. Angka itu terus mengalami kenaikan jelang idhul adha.

“Tahun lalu rata -rata jual 5 – 10 ekor sehari, sekarang bisa 15 ekor sehari, “paparnya.

Ipin juga mengaku, mendapat puluhan pesanan ekor kambing. Menurutnya masyarakat kawatir harga kambing melejit saat mendekati idul adha, sehingga memilih memesan jauh-jauh hari sebelum idul adha tiba.

Dirinya juga mengaku, tahun ia menambah stok dari sebelumya 50 ekor kini menjadi menjadi 80 ekor, dimana sebagian besar sudah dipesan orang.

Pada sisi yang lain, Ipin mengatakan harga jual kambing juga terbilang murah ketimbang lembu, satu ekor kambing berukuran sedang dijual mulai dari harga Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3 juta.

Sementara saat ini sudah ada puluhan ekor kambing yang terjual, kondisi ini membuat dirinya optimis jika penjualannuya meningkat. “Harganya belum naik karena belum mepet idhul adha,”kata dia.

Terpisah, salah satu pembeli asal Desa Mlati, Kecamatan Arjosari, Muhamad Zainuri mengaku memilih kambing daripada sapi untuk berkurban keluarganya. Sebab kambing lebih terjaga kesehatanya dan tidak terinfeksi PMK.

“Kalau sapi banyak penyakit, kami kawatir terkena lato-lato (sebutan LSD),”katanya.