Belasan Karya Tari dan Musik Semarakkan Laku Ndadari Sanggar Seni Pradapa Loka Bhakti Pringkuku

oleh -Dibaca 418 kali
LAKU NDADARI. Kegiatan seni budaya laku ndadari pada Selasa (14/2/2203) di Pelem Pringkuku. (Foto: Dok Sanggar Pradapa Loka Bhakti for Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Sebanyak 12 karya seni tari dan musik menyemarakkan  Laku Ndadari “Joged Ati” pada hari Selasa tanggal 14 Februari 2023 bertempat di Sampang Art Space, Pelem, Pringkuku, Pacitan.

Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Bhakti Seni Sampang dan Pradapa Loka Bhakti ini diselenggarakan sebagai peringatan hari ulang tahun Sampang Art Space sekaligus juga merayakan Hari Jadi kabupaten Pacitan ke-278.

“Acara yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB ini diisi oleh 12 penampilan karya tari dan musik,”kata penanggungjawab acara, Dr Deasylina da Ary dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (15/2/2023) di Paciyan.

Adapun 12 karya tersebut adalah “Ngrukti Ati” karya Johan Adiyatma Baktiar – Pacitan, “Why” karya Camaraderie – Jombang Banyuwangi Sragen Klaten Sukaharjo Pacitan, “Tari Ganong” karya Antonius Wijaya – Pacitan.

Kemudian juga “Asrar Renjana” karya Rizal Al Ma’ruf – Pacitan, “Beksan Parisuko” penari: Anes Ayu Pratiwi – Pacitan, “Bhama Astadewi” karya Ariesta Maharani – Pacitan dan “Tani Tanah Tumbuh” karya Yuliani Tri Kusuma Ningsih – Pacitan.

“Juga ada penampilan “Topeng Bapang” penari Intan Permatasari – Pacitan, “Oglor” penari Siswi-siswi Pradapa Loka Bhakti – Pacitan, “Gana Danaya” karya Bayu Permatasari dan Hilya Athiyyata Maulani – Pacitan & Jepara , “Rintis” karya Yasinta Wenda Mulasari dan Anes Ayu Pratiwik – Pacitan dan juga “Olah Nafas” oleh PSHT Rayon Pelem – Pacitan,”jelasnya.

Perempuan yang juga Dosen di Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini mengatakan meskipun hujan turun dengan derasnya disepanjang acara, tapi tak menyurutkan semangat dari para pengisi acara maupun juga semangat warga masyarakat Desa Pelem dan sekitarnya.

“Merekayang rela berbasah-basahan demi untuk menyaksikan sajian pertunjukan dari awal hingga selesai. Inilah wujud kehangatan kebersamaan dan silaturahmi yang terwadahi melalui seni dan budaya,”kata dia.

Deasylina lantas menjelaskan bahwa tema Laku Ndadari “Joged Ati” bertemakan perjalanan anak manusia adalah wujud bersatunya raga, rasa, dan karsa.

“Bergerak, berkeinginan, dan berusaha demi adanya perubahan yang sempurna (Wulan Ndadari). Tetapi Nur Kesempurnaan tak akan pernah kita miliki, jika lalai dan acuh pada bisikan nurani. Karena hidup-mati yang sempurna hanya diberikan kepada mereka yang sadar, bahwa kita semua sekadar dititipi,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.