Napak Tilas Jejak Perjuangan Kiai Hamid Dimyathi, Mujahid dari Bani Abdul Manan Attarmasie Pacitan

oleh -128099 Dilihat
Monumen 48 di Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang menjadi saksi kekejaman PKI membantai ulama, salah satunya Kiai Hamid Dimyathi. (Foto: Dok. Tim TP2GD Pemkab Pacitan for Pacitanku.com)
Tim Dinsos Pacitan saat mengunjungi TMP Jurug Kota Surakarta, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Tim Kerja TP2GD Pemkab Pacitan for Pacitanku.com)

Pengakuan ahli waris ini dijadikan pijakan Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Sosial untuk melakukan perubahan nisan pahlawan tak dikenal menjadi nisan dengan tulisan a.n. KH. Hamid Dimyathi.

Sesuai kewenangan Dinas Sosial, Kota Surakarta, pada hari Jum’at, tgl 18 Nopember 2022, bertepatan dengan tgl 23 Jumadil Ula 1444 H perubahan dari nisan tak dikenal dengan nisan baru bertuliskan KH. Hamid Dimyathi, telah ditetapkan dalam rapat yang dihadiri oleh unsur ahli waris, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Pacitan dan Dinas Sosial Kota Surakarta.

Rapat penetapan nisan digelar setelah ahli waris bersama Dinas Sosial Kabupaten Pacitan mengajukan surat permohonan yang dilampiri dengan narasi kronologi sejarah juang Kiai Hamid Dimyathi kepada Dinas Sosial Kota Surakarta tgl 18 Nopember 2022, nomor 460/426/408.40/2022.

Semoga dengan telah dipastikannya tempat peristirahatan terakhir Kiai Hamid Dimyathi yg berada di blok A. TMP KB Jurug ini, bisa menjadi kepastian dan menjadi salah satu kelengkapan persyaratan pengusulan pahlawan nasional sang mujahid Tremas penerus juang pendahulunya. Sekaligus menjadi kebanggaan semua pihak.

Tidak hanya ahli waris almaghfurlah Kiai Hamid, keluarga besar PP Tremas dan seluruh alumni, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Pacitan khususnya dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya.

Video Seminar, Pemkab Pacitan Terus Perjuangkan Pengusulan Gelar Pahlawan KH Hamid Dimyathi