Ketua DPRD Pacitan Beri Apresiasi dan Rekomendasi Pemkab Terkait Penanganan Banjir

oleh -Dibaca 1,014 kali
Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono mengapresiasi penanganan sementara yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) mengatasi bencana alam banjir di wilayah Pacitan kota pada Rabu (12/10/2022) lalu.

“Penanganan sementara terkait bencana banjir ini dan saya rasa Pemda sudah melakukan dengan baik, berkoordinasi dengan masyarakat dengan baik sampai tingkat RT RW, sehingga gotong rotong ini nggih perlu dilakukan, dan alhamdulillah sudah dilakukan, oleh karena itu kita apresiasi,”kata pria yang akrab disapa Ronny ini, Jumat (14/10/2022) di Pacitan.

Namun demikian, Ronny mengungkapkan pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi terkait penanganan banjir kota yang kerapkali terjadi di Pacitan akhir-akhir ini.

“Jadi yang pertama saya memberikan rekomendasi terkait dengan banjir yang terjadi di wilayah Kota Pacitan yang pertama tentu mengumpulkan data-data mana saja yang terendam banjir ketinggian berapa dan sebagainya, tanggul yang jebol dan terutama penyebab banjir itu apa saja,”ujar politisi Partai Demokrat (PD) ini.

Karena, kata Ronny, dengan data lengkap akan membuat satu keputusan yang baik untuk penanganan banjir kedepannya.

“Karena dengan data yang lengkap dan baik y akita akhirnya kita nanti diharapkan membuat satu keputusan yang baik pula, kalau datanya salah ya tentu keputusan bisa salah, jadi mengumpulkan data, baik itu yang terjadi di lapangan dan data-data serta saran masukan dari masyarakat, karena yang mengetahui wilayah niku masyarakat setempat,”jelasnya.

Selain itu, rekomendasi lain juga perlu dilakukan adalah bagaimana Pemda menjadi fasilitator mengumpulkan para ahli untuk mengatasi banjir di wilayah Kota.

“Monggo dikumpulkan para ahlinya, baik dari birokrasi maupun dari masyarakat, yang mempunyai keahlian di bidang banjir, di bidang tata kota, pada intinya air itu ndak boleh tertahan dia harus terus berjalan sampai ke muara, karena kalau dia tertahan akhirnya meluber akhirnya akan menyebabkan banjir,”papar Ronny.

Di sisi lain, kata Ronny, hal lain yang bisa dilakukan kedepan adalah terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Karena, imbuh Ronny, kewenangan Sungai Grindulu masuk ke dalam wilayah BBWS Bengawan Solo.

“Karena ini aliran sungai dibawah BBWS Bengawan Solo, sehingga dikoordinasikan dengan BBWS untuk mengatasi banjir kota, misalnya jangka pendek adalah membersihkan saluran, normalisasi sungai dari sampah dan endapan lumpur, juga harus ada titik pemantauan, juga perlu masyarakat harus diajak bareng, ada sinergitas Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.