Apresiasi Ekspor Perdana 500 Ton Jahe Gajah ke Bangladesh, Kadisdagnaker: Ini Gebrakan Awal Bedah Potensi Pacitan

oleh -Dibaca 1,725 kali
PRODUK EKSPOR. Petugas memasukkan jahe gajah ke kontainer untuk diekspor ke Bangladesh, Jumat (26/8/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan Sunaryo mengapresiasi ekspor 500 ton jahe gajah yang dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Indo Bumi Lavanaa (IBL) pada Jumat (26/8/2022).

“Memang pemerintah harus hadir dengan adanya potensi yang ada di Pacitan, dan ini perdana yang akan diekspor adalah jahe gajah, dan memang dari Bangladesh ada permintaan, ini merupakan gebrakan awal untuk membedah potensi Pacitan khususnya jahe merah dan mungkin akan ke potensi lain,”kata Sunaryo.

Lebih lanjut, Sunaryo mengungkapkan ekspor perdana yang difasilitasi oleh PT IBL sebagai perusahaan eksportir tersebut juga membuka peluang bagi petani jahe merah di Pacitan.

“Masyarakat, khususnya petani jahe merah, peluang besarnya jelas, difasilitasi eksportir unuk menuju ke Bangladesh, mudah-mudahan kedepan juga empon-empon yang lain,”ujarnya.

Pada pemberangkatan perdana ini, jika dihitung banyak petani dari tiga kecamatan di Pacitan yang mengirimkan produknya diekspor melalui PT IBL.

“Ini kita kalau ngitung petani, hampir menyeluruh banyak dari petani Tegalombo, Nawangan dan Bandar ini kerjasama  dengan BUMDes dan memang sudah di klaster-klaster biar nanti semangat masyarakat petani jahe merah ini biar terus termotivasi untuk terus dipenuhi produknya, dan ini juga membuka peluang potensi jahe yang lain,”jelas dia.

Di sisi lain, Sunaryo mengatakan ekspor perdana ini juga bisa menyemangati masyarakat, khususnya petani untuk menanam jahe merah.

“Menurut saya luar biasa (ekspor jahe merah ini) diberangkatkan dari Pacitan, juga menyemangati masyarakat untuk menanam jahe merah. Paling ndak dengan adanya ekspor ini ndak mungkin produk jahe merah akan mubadzir, karena petani akan semangat dan bergairah,”paparnya.

Namun demikian, Sunaryo juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi perusahaan eksportir, salah satunya kaitan dengan masih minimnya tenaga kerja.

Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

“Ini perintisan yang juga tadi dikeluhkan dari sisi tenaga kerja memang Pacitan belum begitu siap, setelah ekspor ini tentunya apa yang diperlukan untuk (suksesnya ekspor) ini saya siap untuk ini,”pungkasnya

Sebelumnya diberitakan di Pacitanku.com, PT IBL memberangkatkan total 500 ton jahe gajah ke Negara Bangladesh.

Secara resmi, pemberangkatan ekspor ratusan ton jahe gajah tersebut dilakukan pada Jumat (26/8/2022) dengan armada dua kontainer di Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.

Direktur PT IBL Mayang Anggun Meisremala mengatakan ekspor ratusan ton jahe gajah ke Bangladesh itu berawal dari permintaan yang tinggi, terutama dari Bangladesh.

“Untuk komoditas jahe gajah berawal dari permintaan, kita lihat potensi di Pacitan mendukung komoditas jahe gajah, tidak hanya jahe gajah, tapi juga temu lawak, namun yang saat ini ada permintaan baru jahe gajah,”kata Mayang saat dikonfirmasi di sela-sela pemberangkatan ekspor, Jumat sore.

Tak tanggung-tanggung, negara di Asia Selatan itu mengimpor 500 ton jahe gajah yang dikirim dari Pacitan melalui PT IBL ke Bangladesh.

“Dan kita sampai dengan November dapat kuota ekspor 500 ton dari Bangladesh, cuma pengirimannya parsial, hari ini dua kontainer dengan nilai Rp 500 juta ke atas, dan memang saat ini yang bisa langsung dikirim ekspor adalah rempah-rempah fresh,”jelasnya.