Tradisi Sebelum Puncak Hari Jadi Pacitan, dari Ziarah ke Makam Pendahulu Hingga Sholat Hajat dan Sujud Syukur

oleh -Dibaca 594 kali
. Pada Jumat (18/2/2022), rombongan Bupati Indrata Nur Bayuaji datang di kompleks makam pendiri Pacitan RadenTumenggung Jogokaryo. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Berbagai kegiatan jelang puncak prosesi Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-277 digelar. Pada Jumat (18/2/2022), rombongan Bupati Indrata Nur Bayuaji datang di kompleks makam pendiri Pacitan RadenTumenggung Jogokaryo atau dikenal dengan sapaan kanjeng Jimat di Giri Sampurno, Dusun Kebonredi, Desa Tanjungsari.

Mengenakan busana khas tradisional lengkap ikat kepala, orang nomor satu di Pacitan itu menaiki tangga demi tangga menuju puncak Bukit Giri Sampurno.

Turut serta bersama rombongan, Komandan Kodim 0801/Pacitan, Sekda Heru Wiwoho, Kepala Kantor Kementerian Agama Pacitan para Asiaten Sekda dan Staf Ahli Bupati serta undangan lain.

Bupati dan Wakil Bupati Pacitan bersama unsur Forkopimda serta beberapa pejabat melakukan agenda ziarah dan doa ke makam para pendahulu Pacitan.

Agenda tersebut menjadi titik awal prosesi hari jadi yang jatuh pada hari Sabtu, (19/2/2022).

Mengutip siaran pers Prokopim Pacitan, ziarah makam pendahulu terbagi dalam 3 kelompok. Kanjeng Jimat dipimpin langsung Bupati Pacitan sedangkan ziarah makam Notopuro di Desa Sukoharjo dipimpin oleh Wakil Bupati Pacitan. Sementara ziarah makam Setro Ketipo di bukit Wonokitri Desa Widoro dipimpin oleh Ketua DPRD Pacitan.

Selanjutnya, rangkaian Hajatan digelar sholat Hajat dan sujud syukur di semua masjid dan mushola se Kabupaten Pacitan. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin, serta jajaran forkopimda melaksanakan sholat hajad dan sujud syukur di Masjid Agung Darul Fallah.

No More Posts Available.

No more pages to load.