Gelar Srawung Sedulur Pacitan, Bupati: Membangun Pacitan Tidak Bisa Sendiri, Butuh Dukungan Semua Pihak

oleh -Dibaca 1,633 kali
SAMBUTAN. Bupati Aji saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Srawung Sedulur Pacitan pada Selasa (15/2/2022) di Pacitan. (Foto; Tangkapan Layar Zoom)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyebut membangun Pacitan tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk para tokoh Pacitan yang berada di perantauan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati saat memberikan pengantar dalam kegiatan webinar “Srawung Sedulur Pacitan” dengan tema “Rembuk Gayeng Makmurake Pacitan” yang digelar secara dalam jaringan (daring) melalui zoom pada Selasa (15/2/2022).

Kegiatan yang menghadirkan dua putra Presiden ke-6 Presiden SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono tersebut digelar untuk menerima saran dan masukan dari para tokoh Pacitan untuk kemajuan pembangunan Pacitan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan sedulur sekalian untuk meluangkan waktu bagi acara ini, ini adalah momen luar biasa, bisa bertemu dengan sedulur sekalian, dan mohon maaf belum bisa bertemu secara langsung dengan bapak ibu sekalian, karena situasi pandemi,”kata Bupati Aji mengawali sambutannya.

Menurut Bupati, pandemi di Pacitan juga berdampak terhadap kondisi masyarakat di Pacitan, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Pacitan yang sempat mengalami penurunan sebesar 1,8 persen di tahun 2020.

“Kemudian tingkat pengangguran naik hampir 1 persen, dan kemiskinan juga 14,52 persen lebih tinggi dari rata-rata angka kemiskinan proinsi atau nasional,”tandasnya.

Namun demikian, Bupati meyakini dengan semangat kebersamaan, situasi dan kondisi ini bisa dan harus dilewati bersama.

“Kami di Pacitan terus berupaya berikhtiar lahir batin memulihkan kembali ekonomi masyarakat acitan secepat yang kami mampu, kami tempuh jalan yang menurut kami terbaik mengoptimalkan segala potensi pacitan yang dimiliki, baik pertanian, peternakan, kelautan, semuanya terus kita genjot,”papar Bupati Aji.

Bupati mengatakan Pacitan juga memiliki berbagai potensi unggulan di sektor pertanian, yaitu seperti kelapa, kakao, kopi, biofarmaka dan juga olahan hasil laut, petrnakan sapi perah mulai tumbuh.

Selain itu, Bupati mengatakan industri pariwisata di Pacitan juga terus berkembang. Dan sesuai komitmen, dirinya menyebut pariwisata adalah sebagai lokomotif penggerak perkeonomian.

“PAD sebelum pandemic sempat menyentuh angka Rp 16 miliar, dan belum ditambah nominal perekonomian yang berputar di masyarakat, tumbuh berkembang perekonomian di masyarakat sekitar,”papar dia.

Tak hanya itu, Bupati menuturkan masih ada peluang yang bisa terus dikembangkan di sektor pariwisata, seperti hotel berjejaring, restoran, jasa agen travel, pusat oleh terbuka lebar.

“Namun demikian, kemampuan fiskal yang ada kami (Pemkab Pacitan) tidak mampu berdiri sendiri, kami butuh support,  dan ini adalah peluang, sehingga kami ingin yang pertama yang akan menangkap peluang ini adalah masyarakat Pacitan, jejaring bapak ibu sekalian,”jelasnya.

Memang, kata Bupati, jika dihitung investasi di Pacitan mungkin belum ideal. Namun untuk Pacitan, tentunya siapa lagi yang bahu membahu mebangun Pacitan yang sejahtera dan bahagia kalau bukan warga Pacitan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para tokoh Pacitan yang terus berkontribusi membangun tanah kelahiran, seperti Presiden ke-6 SBY yang mulai meletakkan pondasi untuk berinvestasi di Pacitan dengan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan di Sudimoro.

“Saat ini pun beliau membangun museum SBY dan galeri seni Ani, dan tentunya Insyaallah museum dan galeri ini menjadi destinasi wisata baru di Pacitan,”paparnya.

Selain kepada SBY, Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada sjeumlah tokoh Pacitan lainnya, seperti Prof Haryono Suyono, Sutarto Alimoeso, Ibas Yudhoyono dan para tokoh lainnya.

“Terimakasih kepada mas Ibas mengawal program yang dari pusat untuk terus didorong ke kabupaten Pacitan, dan yang menarik juga saya sampaikan terimakasih kepada Mas Agus Sinyo Dosen UGM yang terus memberdayakan masyarakat desa melalui KKN di Pacitan dan juga banyak tokoh di Pacitan lainnya yang telah berkontribusi untuk Pacitan,”jelasnya.

Bupati mengakui dan menyadari bahwa pihaknya tidak bisa berdiri sendiri membangun Pacitan. Sehingga pihaknya sangat mengharapkan support dan dukungan para tokoh Pacitan untuk membangun kampung halamannya,

“Kami sangat mengharapkan support, ini adalah langkah awal kita untuk membangun Pacitan meskipun mungkin dari sudut pandang yang berbeda-beda, namun tetap dalam kerangka satu yaitu kecintaan kita kepada Pacitan. Saya yakin bapak ibu sekalian tidak akan pernah melupakan Pacitan, selamat hari jadi pacitan ke-277, Pacitan Tumandang,”pungkasnya.

Kegiatan srawung sedulur Pacitan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, baik dari Pacitan maupun luar Pacitan. Selain AHY, EBY dan Prof Haryono Suyono, juga turut hadir Anggota DPR RI Sartono Hutomo, Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Kodim 0801/Pacitan, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono serta unsur Forkopimda lainnya.

Juga hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur EKo Prasetyo Wahyudiarto, Ketua KONI Pacitan Dyah Mentari Putri, OPD di Pacitan dan para elemen masyarakat Paictan dari berbagai kalangan.

Selain itu, bertindak sebagai pemandu acara Srawung Sedulur Pacitan tersebut adalah Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) yang juga mahasiswa program S3 di University of Birmingham Krisna Puji Rahmayanti.

No More Posts Available.

No more pages to load.