Kapolres Pacitan Minta Penanganan Dampak Erosi di Tanjungpuro Disegerakan

oleh -Dibaca 1.175 kali
Kapolres saat mengunjungi area erosi di Tanjunguro, Ngadirojo. (Foto: Dok Pemdes Tanjungpuro)

Pacitanku.com, NGADIROJO — Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengunjungi lokasi bencana alam tebing kritis dampak erosi Sungai Lorok di Dusun Krajan Lor, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo pada Jumat (19/11/2021) siang.

Turut hadir mendampingi kunjungan Kapolres adalah Kabag Ops Polres Pacitan Kompol Budi Santosa, Kasat IK Polres Pacitan IPTU Sugeng, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pacitan IPTU Andreas Hekso dan Kapolsek Ngadirojo AKP Nur Salim.

Kemudian hadir juga Kades Tanjungpuro Tukiyadi, Kasi Kesra Pemdes Tanjungpuro Kusuma Hadi Purnawan, Babinkamtibmas Desa Tanjungpuro Dias Alfarobi dan Kasi Trantib Kecamatan Ngadirojo Anas Widiyanto.

Kasi Kesra Pemdes Tanjungpuro Kusuma Hadi Purnawan mengatakan saat mengunjungi lokasi bencana, Kapolres meminta penanganan bencana tebing kritis yang mengancam 7 kepala keluarga di kawasan tersebut disegerakan.

“Betul beliau hadir tadi pukul 11.00 WIB ke lokasi bencana, beliau menginstruksikan agar segera dilakukan bronjongisasi dan normalisasi sungai, beliau melihat rumah bapak Misradi yang sebagian sudah roboh masuk sungai,”katanya saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Jumat sore.

Selain bronjongisasi, Hadi mengatakan Kapolres juga meminta pihak-pihak terkait agar melakukan normalisasi sungai Lorok.

“Di lokasi tersebut, beliau berkata agar penanganan harus disegerakan. Lakukan bronjongisasi dan normalisasi dengan sodet sungai. Ambilkan batu untuk menghentikan aliran sungai dan mengalirkan ke tempat semula,”jelas Hadi.

Selain mengunjungi lokasi bencana, Hadi menuturkan Kapolres juga melaksanakan shalat jumat di masjid Dusun Beton Desa Tanjungpuro.

“Di masjid tersebut, beliau juga memberikan sumbangan kepada takmir masjid untuk dibelikan pompa air agar tempat wudhunya bisa lancar, kebetulan waktu beliau mau ke masjid, airnya habis dan harus menimba air wudhu dari sumur secara manual,”paparnya.

Usai sholat Jumat, Hadi mengatakan Kapolres kembali ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan sembako kepada 7 KK yang terdampak bencana.

“Dalam acara tersebut, beliau menghaturkan kembali agar penanganan harus disegerakan. Jangan hanya menunggu,”pungkas Hadi, menirukan sambutan Kapolres Pacitan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga akan mendorong Bupati untuk menyegerakan bronjongisasi dan normalisasi sungai Lorok agar erosi tak semakin meluas yang mengakibatkan tebing kritis.

Sebelumnya diketahui, tebing kritis dan ancaman rumah hanyut menghantui 7 KK di Dusun Krajan Lor Desa Tanjungpuro Ngadirojo.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan pihak terkait untuk membantu penanganan, seperti usulan dari Pemdes Tanjungpuro untuk bronjongisasi. Selain itu BPBD Pacitan juga telah melakukan penanganan sementara bencana tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.