Dampak La Nina Dikhawatirkan Berdampak ke Sektor Pertanian, Petani Terancam Gagal Panen

oleh -Dibaca 353 kali
Petani di kecamatan Pacitan mentraktor sawah awal persiapan musim tanam. (Foto: Putro Primanto)

Pacitanku.com, PACITAN – Petani di Pacitan tengah bersuka ria. Pasalnya memasuki awal musim penghujan ini sebagian petak sawah di Pacitan sudah tergenang air hujan.

Namun demikian, disisi lain muncul kekhawatiran petani pasalnya hujan yang datang di awal musim terlampau deras dan mengakibatkan benih yang di tanam sebagian tenggelam.

Seperti yang dialami Triman, salah satu petani di Kecamatan Pacitan. Triman terpaksa harus membuang air dari sawah karena air yang terlampau banyak menggenangi sawah miliknya. Hal itu dilakukan untuk menghindari bibit tanam yang mati.

“Ya ini nawu (membuang air) mas, soale kalu ndak di tawu bibit ynag di tanam bisa mati,”kata Triman saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Ahad (14/11/2021).

Kekhawatiran lain juga muncul, pasalnya diprediksi musim hujan  tahun ini membawa intensitas hujan deras dan ancaman gagal tanam.

Sebelumnya, dalam siaran pers Kementerian Pertanian (Kementan), sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang rawan terdampak La Ninan.

“Sektor pertanian adalah yang paling rawan terkena dampak La Nina. Kementan berupaya untuk meminimalisir dengan memberikan kompensasi setiap puso (gagal panen) dan segera lakukan penanaman ulang usai banjir,” kata Suwandi dalam siaran pers Kementan RI.

Untuk itu, Kementan sudah mulai melakukanya upaya antisipasi dalam menghadapi dampak La Nina, seperti dengan penyediaan embung yang dapat dimanfaatkan pada tahun 2021 sebanyak 400 unit. Juga, fasilitasi asuransi usaha tani padi (AUTP) dengan alokasi seluas 1 juta hektar tahuh 2022.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih karena kejadian bencana alam (force majeure), kompensasi luas tanam bagi lahan yang terdampak banjir, serta optimalisasi alsin panen dan pasca panen.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

No More Posts Available.

No more pages to load.